Scroll untuk baca artikel
Daerah

KP2H Berencana Unjuk Rasa, Pedagang Pasar Horas Tuntut Kepastian Pembangunan Gedung yang Terbakar

431
×

KP2H Berencana Unjuk Rasa, Pedagang Pasar Horas Tuntut Kepastian Pembangunan Gedung yang Terbakar

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar, LIVESUMUT.com – Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) berencana menggelar unjuk rasa pada Jumat, 6 Maret 2025.

Aksi ini dilakukan untuk menuntut kepastian pembangunan kembali Gedung Empat Pasar Horas, yang terbakar tahun lalu, serta meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar berpihak kepada pedagang tradisional.

Para pedagang menilai pemerintah dan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) lamban dalam menangani dampak kebakaran.

Hingga kini, belum ada langkah konkret untuk membangun kembali gedung yang menjadi tempat usaha mereka.

Surat Pemberitahuan Aksi KP2H. 

“Kami butuh kepastian kapan gedung ini akan dibangun kembali. Jangan sampai Pemko malah lebih berpihak pada kepentingan kapitalis daripada pedagang kecil seperti kami,” ujar salah satu pedagang.

Baca Juga :  Gudang Jangkos Hangus Terbakar di Sergai, Polisi Pasang Police Line dan Imbau Warga Waspada

Relokasi Menjadi Kekhawatiran Baru

Beredar kabar bahwa para pedagang akan direlokasi ke Palito, Jalan Malanton Siregar, Kecamatan Si Marimbun.

Namun, banyak pedagang menolak rencana tersebut karena lokasi yang dianggap kurang strategis.

“Kalau ke Palito direlokasi, jangankan pengunjung, lalat saja gak mau ke sana, Lae. Kalau tempatnya ramai, di mana pun kami mau dipindahkan. Tapi kalau sepi, buat apa?” ungkap Pak Laura, seorang pedagang aksesori.

Selain itu, pedagang yang kini berjualan di ruas Jalan Merdeka mengeluhkan rendahnya tingkat pembeli. Mereka menilai ketiadaan lahan parkir menjadi penyebab utama sepinya transaksi.

Dilansir dari Bossmudanews, menanggapi rencana aksi unjuk rasa KP2H, Direktur Utama PDPHJ, Bolmen Silalahi, menyatakan bahwa para pedagang akan mendatangi Pemko dan Polres Pematangsiantar untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Baca Juga :  Rumah Warga Desa Sakean Terbakar, Bupati Muaro Jambi Turun Langsung Salurkan Bantuan

Ketua Aliansi Pemerhati Pasar Tradisional berharap Dirut PDPHJ lebih tanggap terhadap kondisi para pedagang.

Ia menilai, kondisi saat ini merugikan banyak pihak dan mempengaruhi ketertiban umum di Pasar Horas.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan tokoh agama mengimbau agar aksi ini berlangsung damai dan tidak mengganggu ketertiban, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Mereka berharap aspirasi pedagang dapat disampaikan dengan cara yang baik tanpa menimbulkan kemacetan atau ketegangan.

Kritik dari KOMPI

Wakil Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia (KOMPI), Andi Ryansyah, mengkritik kinerja PDPHJ pasca-kebakaran, yang dinilai memperburuk kondisi Pasar Horas.

Baca Juga :  Ajudan Wawako P.Sidimpuan Bungkam, Publik Pertanyakan Transparansi Kasus OTT 4 Aktivis

“Jika dibiarkan, kondisi ini akan semakin merusak citra Pasar Horas sebagai ikon Kota Siantar. Sekarang macet, kotor, bau, dan penuh sampah. Ini juga mengganggu kenyamanan umat Muslim yang sedang berpuasa,” tegasnya.

Andi Ryansyah juga menyebut kebijakan PDPHJ tidak konsisten.

“Tempo hari, Dirut PDPHJ setuju memindahkan pedagang ke belakang Gedung Empat, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata,” ujarnya.

Para pedagang berharap aksi ini dapat mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret agar mereka bisa kembali berjualan dengan kondisi yang lebih baik dan layak.

You cannot copy content of this page