Simalungun, LIVESUMUT.com — Musibah kebakaran melanda rumah permanen milik Wahyudi (55) di Gang BKIA, Huta II A, Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, pada Senin pagi (9/3/2026). Rumah tersebut hangus dilalap si jago merah saat dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya bekerja.
Peristiwa yang terjadi sekitar pagi hari itu meninggalkan kerugian besar bagi korban, dengan nilai kerusakan diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Saat kejadian, Wahyudi sedang bekerja, sementara istrinya pergi menjemput cucu mereka ke sekolah. Tidak ada seorang pun di dalam rumah ketika api mulai menjalar dan membakar bangunan tersebut.
Informasi kebakaran itu kemudian sampai kepada Wahyudi dari tetangganya. Ia pun langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas pulang. Namun setibanya di lokasi, rumah yang selama ini mereka tempati sudah berubah menjadi puing-puing berasap.
Kepolisian dari Polsek Bangun menerima laporan kebakaran tersebut pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 10.55 WIB.
Kapolsek Bangun, Hengky B. Siahaan, saat dikonfirmasi pada hari yang sama sekitar pukul 17.10 WIB, mengatakan pihaknya segera bergerak ke lokasi begitu menerima informasi dari masyarakat.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, saya bersama Kanit Reskrim dan anggota piket SPKT langsung berangkat ke TKP. Penanganan cepat adalah prioritas kami agar situasi bisa segera terkendali dan keterangan saksi bisa langsung kami kumpulkan,” ujar AKP Hengky B. Siahaan.
Setibanya di lokasi kejadian, tim Polsek Bangun mendapati api telah berhasil dipadamkan oleh satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Simalungun yang dibantu warga sekitar.
Meski api telah padam, kondisi rumah Wahyudi sangat memprihatinkan. Hampir seluruh bagian bangunan mengalami kerusakan berat akibat kobaran api.
Dari keterangan yang dihimpun di lokasi, Wahyudi menjelaskan bahwa pada pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB ia berangkat bekerja seperti biasa. Sementara itu, istrinya pergi menjemput cucu mereka ke sekolah, sehingga rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Kabar mengejutkan kemudian datang dari tetangganya, Sukasdi alias Bodong, yang memberitahukan bahwa rumahnya terbakar. Wahyudi pun segera pulang dan mendapati rumahnya sudah dilalap api.
“Korban menerima kabar dari tetangganya bahwa rumahnya terbakar saat ditinggal dalam keadaan kosong. Korban langsung pulang dan mendapati rumahnya sudah dalam kondisi terbakar. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 12.00 WIB,” ucap AKP Hengky B. Siahaan menceritakan kronologi kejadian.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik yang berasal dari meteran PLN di rumah tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Untuk motif dan modus masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara memang berasal dari korsleting listrik di meteran PLN, namun kami tetap melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab pastinya,” ungkap AKP Hengky B. Siahaan.
Dalam penanganan kejadian tersebut, tim yang turun ke lokasi terdiri dari Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan, Kanit Reskrim IPDA Bolon Hot Situngkir, S.H., AIPTU Suyut, AIPTU St. Pasaribu, AIPTU A. Ginting, serta AIPDA W. Sijabat.
Petugas melakukan pengecekan tempat kejadian perkara secara menyeluruh, mengamankan barang bukti berupa dua potongan kayu broti bekas terbakar, serta mencatat keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi.
Dua saksi yang telah dimintai keterangan yakni Tri Purnomo (30) dan Suhada (62), warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut.













