Simalungun, LIVESUMUT.com – Suasana Minggu sore di Jalan Asahan KM 17, Huta IV, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, mendadak geger. Sekitar pukul 18.00 WIB, satu unit rumah milik warga bernama Supriono (51) ludes dilalap si jago merah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp700 juta, karena hampir seluruh bagian rumah beserta isinya habis terbakar.
Kapolsek Bangun, AKP R. Simarmata, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dengan Nomor: LP/A/11/XI/2025/SPKT/POLSEK BANGUN/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMATERA UTARA.
“Begitu menerima laporan, personel langsung kami turunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta memeriksa saksi-saksi,” ujar AKP R. Simarmata.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Tirta (21), seorang pelajar yang tinggal tak jauh dari lokasi. Menurutnya, api mulai terlihat membesar dari bagian dapur rumah.
“Saat itu saya lagi di depan rumah. Begitu masuk, api sudah besar di dapur. Saya langsung teriak minta tolong ke warga,” kata Tirta.
Tak lama, warga setempat termasuk Abdul Alex (55) berusaha membantu memadamkan api dengan ember seadanya. Namun, karena kobaran api semakin besar, satu unit mobil pemadam kebakaran dari BNPB Kabupaten Simalungun akhirnya dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama beberapa saat.
Pemilik rumah, Supriono, yang diketahui berprofesi sebagai PNS, tidak berada di tempat saat kejadian. Ia sedang bepergian ketika rumahnya dilalap api.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik (korsleting). Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama Tim Inavis Polres Simalungun untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan satu batang kayu broti bekas terbakar sebagai barang bukti. Garis polisi juga telah dipasang untuk mengamankan area kebakaran, sementara sketsa TKP sudah dibuat dan dilaporkan kepada pimpinan.
“Hingga kini penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai sekitar tujuh ratus juta rupiah,” jelas AKP R. Simarmata.
Menutup keterangannya, Kapolsek Bangun mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik yang sering menjadi penyebab utama kebakaran rumah.
“Kami mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, memastikan kabel dan peralatan listrik dalam kondisi aman. Pencegahan jauh lebih baik daripada penyesalan,” pesan AKP R. Simarmata.













