Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Kebakaran Avanza di SPBU Pasir Julu, Isu Langsir BBM Kembali Mencuat

872
×

Kebakaran Avanza di SPBU Pasir Julu, Isu Langsir BBM Kembali Mencuat

Sebarkan artikel ini

Padang Lawas, LIVESUMUT.com | Kepanikan terjadi di SPBU 14.227.345 Desa Pasir Julu, Kecamatan Sosa Julu, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Minggu pagi (27/7) sekitar pukul 08.15 WIB, ketika sebuah mobil Toyota Avanza dengan Nopol B 1841 DFF dilalap api saat sedang mengisi bahan bakar.

Kobaran api disertai asap hitam pekat langsung menyedot perhatian warga dan cepat tersebar di media sosial.

Insiden ini terjadi di area pengisian BBM, tepat saat kendaraan diduga masih dalam kondisi menyala.

Beberapa warga yang berada di lokasi berhamburan menjauh, sementara lainnya sempat merekam detik-detik terbakarnya kendaraan hingga viral di TikTok dan platform media sosial lainnya.

Habibi, Manajer SPBU Pasir Julu, membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar Bang, kejadiannya pagi tadi,” tulisnya melalui Whatsapp kepada wartawan.

Baca Juga :  Driver Ojek Jadi Korban, Dua Pelaku Penggelapan Motor Ditangkap Polisi di Siantar

Dari keterangan sejumlah warga, mobil naas tersebut diketahui milik warga Desa Bulusonik yang disebut kerap melakukan aktivitas langsir atau pengisian BBM berulang kali dalam jumlah besar yang diduga untuk diperjualbelikan kembali.

“Itu mobil salah satu warga Desa Bulusonik. Saya sering lihat dia isi BBM di sini. SPBU ini milik Pak Raja Amin Hasibuan, ayah dari Bupati Palas Putra Mahkota Alam Hasibuan,” ungkap salah satu warga.

Kasatpol PP dan Damkar Palas, Agus Saleh Putra Daulay SH MM, menyampaikan bahwa penyebab awal diduga kuat akibat korsleting kelistrikan karena pengisian BBM dilakukan saat mesin kendaraan masih hidup.

“Mobil langsung terbakar saat sedang isi BBM, mesinnya belum dimatikan. Itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Bus Pengangkut Anak Sekolah, 1 Pelajar Meninggal Dunia dan 3 Luka-Luka

Akibat kejadian tersebut, mobil hangus total dan hanya menyisakan rangka.

SPBU sempat ditutup sementara waktu, dan petugas bersama warga masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan.

Peristiwa ini juga memicu gelombang kritik di dunia maya.

Banyak warganet mempertanyakan lemahnya pengawasan distribusi BBM subsidi serta keberadaan aparat penegak hukum di lokasi SPBU.

Salah satu pengguna media sosial, Hasibuan, menulis, “Apa tugas polisi cuma datang, foto-foto, lalu pergi?”

Komentar lain datang dari akun ExplorerPartner dan Imam yang mendesak aparat untuk menindak tegas praktik pengisian BBM yang tidak tepat sasaran.

Bahkan, pengguna bernama Adian Soleh Nasution mengusulkan langkah konkret: “SPBU wajib mencatat nomor polisi dan KTP pengisi BBM untuk mencegah penyelewengan.”

Baca Juga :  Menunggu Angkot Berujung Maut, Pelajar SMP Tewas Tertimpa Pohon Lapuk

Keluhan juga mencuat terkait seringnya SPBU di Palas tutup karena kehabisan stok BBM.

Warganet menduga ada penyimpangan dalam distribusi yang selama ini terkesan dibiarkan begitu saja tanpa tindakan berarti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas pengemudi ataupun tindak lanjut hukum terkait potensi penyalahgunaan BBM subsidi.

Namun satu hal yang jelas bahwa kebakaran ini bukan sekadar insiden teknis, tetapi menjadi simbol mencolok dari persoalan distribusi BBM yang belum kunjung terselesaikan di daerah.

Publik menunggu, apakah ini akan menjadi titik balik penertiban, atau justru kembali dilupakan.

You cannot copy content of this page