Scroll untuk baca artikel
Travel

Pembangunan Salib Tertinggi di Dunia “Silang Hangoluan” Resmi Dimulai, Destinasi Wisata Religi Baru Samosir

815
×

Pembangunan Salib Tertinggi di Dunia “Silang Hangoluan” Resmi Dimulai, Destinasi Wisata Religi Baru Samosir

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com – Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, bersama Ketua Parsadaan Pomparan Limbong Mulana Indonesia (PPLMI), Bernhard Limbong, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Salib Suci “Silang Hangoluan” Limbong Mulana di Titik Nol Habatahon, Huta Parik Sabungan, Desa Sarimarrihit-Sianjur Mulamula, pada Rabu (12/3/2025).

Pembangunan Salib Suci ini merupakan inisiatif PPLMI sebagai wujud kepedulian terhadap Bona Pasogit.

Salib yang direncanakan setinggi 45 meter ini akan menjadi yang tertinggi di dunia.

Acara peletakan batu pertama diawali dengan ritual adat yang dipandu oleh para tetua adat Kecamatan Sianjur Mulamula.

Peletakan batu pertama “Silang Hangoluan” oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk. 

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, Anggota DPRD Pantas Limbong, Asisten I Tunggul Sinaga, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kadis Lingkungan Hidup Edison Pasaribu, Kaban Kesbangpol Dumoch Pandiangan, Camat Sianjur Mulamula Andry Limbong, serta Ketua Lembaga Adat dan Budaya Pantas Marroha Sinaga.

Baca Juga :  Samosir Raih Sertifikat Nasional “Menuju Kota Bersih”, Satu-satunya Wakil Sumatera Utara

Dukungan Pemerintah dan Harapan Besar bagi Masyarakat

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengapresiasi pembangunan Salib Suci ini dan berharap kehadirannya dapat membawa nilai spiritual serta mempererat kebersamaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua PPLMI Bernhard Limbong sebagai inisiator pembangunan Salib ini. Kita pantas bersyukur karena ini merupakan suatu wujud kepedulian terhadap Bona Pasogit,” ujar Ariston.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Salib Suci ini berpotensi menjadi destinasi wisata religi yang tidak hanya memperkaya nilai keagamaan tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Saya tertegun dan sangat senang dalam acara ini. Masih ada putra daerah yang sangat peduli dengan kampung halamannya, mulai dari perencanaan hingga pembangunan. Saya yakin tempat ini akan menjadi salah satu ikon yang layak dikunjungi wisatawan dan menjadi kebanggaan masyarakat Samosir,” tambahnya.

Baca Juga :  Geopark Toba Berbenah untuk Status Hijau, Pemkab Siap Bertindak Meski Anggaran Ketat

Bernhard Limbong: Bukti Cinta untuk Bona Pasogit

Ketua PPLMI, Bernhard Limbong, mengungkapkan bahwa niat membangun Salib Suci ini lahir dari kesadarannya akan pentingnya berkontribusi bagi tanah kelahiran.

“Saya dikasih Tuhan banyak berkat dan saatnya berbuat untuk Bona Pasogit, mulai dari Tugu Limbong Mulana, Titik Nol Habatahon, dan Salib Hangoluan,” katanya.

Bernhard menjelaskan bahwa Salib Hangoluan akan memiliki total tinggi 52 meter (termasuk lantai) dan menelan biaya sekitar Rp50 miliar, yang seluruhnya berasal dari dana pribadinya.

“Ini bukan mimpi, saya tidak pemberi harapan palsu. Sebelum saya dipanggil Tuhan, saya akan berbuat sesuai dengan berkat yang diberi Tuhan,” tegasnya.

Ia juga berharap Pemkab Samosir dapat berkolaborasi dalam mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan sumber daya manusia guna menggali lebih banyak potensi pembangunan di Samosir.

Dukungan DPRD dan Lembaga Adat

Baca Juga :  Tol Sinaksak Tidak Lagi Gratis, Berikut Daftar Lengkap Tarifnya

Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, turut mengapresiasi pembangunan Salib Hangoluan yang diyakini akan menjadi ikon wisata religi keagamaan.

“Saya mengapresiasi langkah Ketua PPLMI yang telah mengucurkan dana pribadi untuk membangun jalan ke lokasi ini. Kedepan, mari tetap bersinergi mewujudkan visi misi pemerintah agar pembangunan dapat lebih baik. Kami bersama pemerintah akan berusaha menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Nasip.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB), Pantas Marroha Sinaga, mengungkapkan kebanggaannya atas kepedulian PPLMI terhadap Bona Pasogit.

“Kami dari lembaga adat bangga dan bahagia dengan adanya pembangunan Salib Hangoluan. Semoga membawa berkat serta kedamaian,” tutupnya.

Dengan peletakan batu pertama ini, diharapkan pembangunan Salib Suci “Silang Hangoluan” dapat segera terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat Samosir, sekaligus ikon wisata religi yang mendunia.

You cannot copy content of this page