Samosir, LIVESUMUT.com – Kabupaten Samosir mencatat prestasi nasional dengan meraih sertifikat penghargaan “Menuju Kota Bersih”, sekaligus menjadi satu-satunya kabupaten/kota dari Provinsi Sumatera Utara yang menerima penghargaan tersebut dari total 33 daerah se-Sumut.
Penghargaan prestisius itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026, Rabu (25/02/2026), di Gedung Sasono Langen Budoyo, kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, ST, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, ST, MT.
Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 digelar bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri (Aman, Sehat, Gresik, dan Indah)”. Kegiatan nasional ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Dalam Negeri, para kepala daerah, serta perwakilan 34 kabupaten/kota penerima penghargaan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Bupati Samosir, Vandiko Gultom, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi nyata atas kinerja dan komitmen pengelolaan sampah di Kabupaten Samosir.
“Saya berpesan agar kedepannya kita dapat lebih meningkatkan prestasi dan berharap seluruh masyarakat dan stakeholder, bersama-sama berpatisipasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah baik dari hulu sampai hilir,” ungkapnya.
Tidak hanya menerima sertifikat, Kabupaten Samosir juga memperoleh bantuan tiga unit becak motor pengangkut sampah sebagai dukungan operasional kebersihan lingkungan.
“Sedikit banyak penghargaan ini, mudah-mudahan menambah semangat teman-teman petugas kebersihan di lapangan, semoga hadiah ini dapat meningkatkan kinerja para petugas lapangan,” pungkas Vandiko.
Capaian ini semakin menegaskan posisi Kabupaten Samosir sebagai daerah yang serius dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, mulai dari edukasi masyarakat, pengelolaan di tingkat sumber (hulu), hingga sistem pengangkutan dan pengolahan akhir (hilir). Prestasi nasional ini diharapkan menjadi pemicu kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Samosir sebagai daerah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.












