Scroll untuk baca artikel
Daerah

Warga Pemohon Beras Bulog Mengaku Dimaki Staf Kantor Lurah Perdagangan III

479
×

Warga Pemohon Beras Bulog Mengaku Dimaki Staf Kantor Lurah Perdagangan III

Sebarkan artikel ini

Simalungun, LIVESUMUT.com | Insiden tidak menyenangkan terjadi di Kantor Lurah Perdagangan III, Kabupaten Simalungun, Kamis (21/08/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Seorang warga Lingkungan IX, Tanah Perjuangan, bernama MN, mengaku mendapat perlakuan kasar dan caci maki dari seorang oknum staf berinisial S saat bermohon mendapatkan bantuan beras Bulog.

Menurut keterangan MN, kedatangannya ke kantor lurah merupakan arahan dari pihak kecamatan setelah sebelumnya ia mengajukan berkas identitas untuk pendataan penerima bantuan.

“Tadi kan dek aku pergi ke kantor camat karena semalam data identitas ku udah kamu bantu ajukan agar mendapat bantuan beras itu aku, lalu pihak kantor camat menyuruh aku ke kantor Lurah Perdagangan III untuk menjumpai Samsini,” ungkap MN sambil menitikkan air mata.

Baca Juga :  Percepat Pemekaran! PPPT DPD Taput Gandeng Toluto Perkuat Perjuangan

Namun sesampainya di kantor lurah, MN justru disambut dengan kata-kata kasar dari staf pegawai yang seharusnya memberikan pelayanan.

“Sampai di kantor lurah aku mala dimaki dan dimarahi si Samsini itu karena ku tanya bantuan yang masih ada agar kiranya dapat diberikan sama ku,” tambahnya.

MN mengaku sangat terpukul karena selain seorang janda tanpa penghasilan tetap, ia juga harus menghidupi anaknya yang mengalami disabilitas.

“Udah jelas anak ku disabilitas, aku janda yang tidak berpenghasilan tetap untuk menafkahi hidup kami dan anakku tersebut,” pungkas MN.

Bukan hanya MN, keluhan terhadap staf berinisial S juga datang dari warga lainnya.

“Kami aja asal mengambil surat Keterangan Tidak Mampu aja dipersulit sama si Samsini itu. Dipindahkan aja dia itu agar tak sembarangan persulit dan marahi warga kalau urus berkas,” ujar Ibu Lubis dengan raut wajah kesal.

Baca Juga :  Viral! 2 Anggota DPRD Medan Bertarung di Kamar Mandi

 

Plt Lurah Akui Tegur Staf Arogan

Menanggapi laporan ini, Plt Lurah Perdagangan III, YA Pasaribu, mengaku sudah menegur stafnya.

“Ya lae udah aku tegur anggota ku, karena tidak memberikan pelayanan tidak baik kepada masyarakat. Lae tau lah Samsisni kan yang mana sikap bawaan marah-marah,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp.

Pasaribu juga menambahkan, pihaknya sudah memanggil kembali MN untuk mengambil beras yang dimaksud.

“Tadi juga aku udah marah kepada nya lae karena tidak ada laporan kepada ku hingga terjadi seperti ini, tadi juga udah kita panggil kembali inang Boru Manurung agar mengambil Berasnya ke kantor,” tambahnya.

Baca Juga :  Setelah Bertarung di Pilkada Toba, Para Kandidat Duduk Bersama dalam Keakraban

Kasus ini turut mendapat perhatian Anggota DPRD Simalungun, Lamhot Samosir, yang mencoba menghubungi lurah namun belum direspons.

“Udah hubungi nomor lurah yang Lae kirim tadi, tapi belum diangkat ku telpon,” ucap Lamhot.

Sementara itu, Plt Camat Bandar, Supriadi, berjanji akan memanggil lurah dan staf yang bersangkutan.

“Makasih ketua atas informasinya, akan saya panggil lurah dan Samsini ke kantor untuk bahas permasalahan ini,” ungkap Supriadi.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat mendesak Bupati Simalungun, Gubernur Sumatera Utara, Kepala BKD, dan DPRD untuk menindak tegas oknum pegawai berinisial S, termasuk mengevaluasi kinerja dan perilaku arogan yang mencederai pelayanan publik.

You cannot copy content of this page