Scroll untuk baca artikel
DaerahHukum & KriminalTNI/Polri

Masyarakat Selambo Tuntut Transparansi Pengusutan Penyerangan yang Merenggut Nyawa Dua Warga

392
×

Masyarakat Selambo Tuntut Transparansi Pengusutan Penyerangan yang Merenggut Nyawa Dua Warga

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Ratusan warga Selambo mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) pada Rabu (30/10/2024).

Mereka mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan F. SH.SIK, untuk bertindak transparan dalam mengusut aktor intelektual di balik penyerangan yang terjadi di Desa Selambo pada 22 Oktober lalu.

Insiden tersebut menyebabkan dua warga tewas dan delapan orang terluka.

Dengan menaiki puluhan sepeda motor dan mobil, massa berangkat dari Selambo menuju Poldasu, membawa simbol berupa ambulans, keranda, dan peti mati, yang melambangkan korban jiwa akibat penyerangan itu.

Baca Juga :  Presiden dan Gubernur Sumut Serahkan Sapi Qurban untuk Umat Muslim di Toba

Setibanya di Poldasu, warga Selambo memblokade jalan sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan lambatnya penanganan kasus ini oleh pihak kepolisian.

Pihak kepolisian berupaya bernegosiasi dengan massa untuk membuka akses jalan.

Meski sempat bergeser ke depan pintu gerbang I SPKT Mapolda Sumut, ketidakpuasan kembali muncul setelah massa merasa negosiasi yang dilakukan pihak kepolisian kurang konsisten, sehingga jalan kembali diblokir.

L Sihombing, pimpinan aksi, menyampaikan bahwa penyerangan dilakukan oleh puluhan orang pada malam 22 Oktober 2024 lalu, yang diduga dimobilisasi oleh pihak tertentu untuk mengintimidasi warga agar meninggalkan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II.

Baca Juga :  KIM Sumut Ajak Masyarakat Dukung Pangdam I/BB, Kapoldasu, dan BNN Berantas Narkoba

Ia menduga, kejadian ini berhubungan dengan kepentingan pengembang properti.

“Kami menuntut siapa sebenarnya aktor dan dalangnya, agar aktor intelektual di balik penyerangan ini secepatnya ditangkap,” ujar Sihombing.

Sihombing juga menegaskan bahwa insiden ini bukan pertama kali terjadi, namun merupakan kali kelima, dengan intensitas serangan yang semakin parah.

Mereka mengancam akan terus melakukan aksi blokade jalan dan bahkan menginap di depan Polda Sumut jika tuntutan mereka untuk menangkap dalang intelektual kasus ini tidak dipenuhi.

Menurut warga, situasi ini menimbulkan trauma yang mendalam dan rasa takut yang mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.

Baca Juga :  Kasus Perselingkuhan Oknum Polisi Sudah Di-PTDH, Bandingnya di Polda Diduga Jalan di Tempat

Terlihat di antara massa, istri salah satu korban menyuarakan permohonannya kepada Kapolda Sumut agar segera mengambil tindakan atas penderitaan yang dialami warga Selambo akibat serangan brutal itu.

“Lebih baik kami mati ditembak oleh kepolisian daripada harus hidup dalam ancaman geng motor,” katanya penuh haru.

You cannot copy content of this page