Samosir, LIVESUMUT.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Samosir berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang sempat viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi di atas jetski di perairan Danau Toba, tepatnya di Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada Senin, 6 Januari 2025, pukul 09.28 WIB.
Korban, MDRS (20), seorang karyawan swasta asal Desa Siallagan Pindaraya, melaporkan kasus ini pada hari yang sama melalui Laporan Polisi Nomor: LP/B/1/I/2025/SPKT/POLSEK SIMANINDO/POLRES SAMOSIR/POLDA SUMUT.
Dalam laporannya, korban didukung oleh dua saksi, yaitu AS dan JCM.
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, mengungkapkan bahwa tersangka JR (27), warga Desa Ambarita, Simanindo, diduga melakukan kekerasan fisik terhadap korban.
“Korban mengalami bengkak di rahang kiri, kesulitan membuka mulut, rasa sakit di telinga, serta pembengkakan di kepala bagian belakang,” ujar Edward pada Rabu, 8 Januari 2025.
Tersangka diduga memukul korban sebanyak dua kali di bagian kepala, meninju bibir kiri, mencekik leher, dan memukul telinga korban.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Samosir langsung bergerak cepat dengan menangkap tersangka JR di tempat kerjanya pada Selasa, 7 Januari 2025.

Barang bukti berupa dua unit jetski, pakaian, dan aksesoris milik korban dan tersangka turut diamankan untuk mendukung proses penyidikan.
Edward menjelaskan bahwa dugaan motif penganiayaan ini adalah ekonomi, terkait selisih paham antara korban dan tersangka yang diduga merupakan kompetitor dalam usaha penyediaan jetski.
“Korban juga telah menjalani visum untuk mendukung proses penyidikan,” tambah Edward.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena terjadi di Danau Toba, destinasi wisata yang merupakan ikon pariwisata Indonesia.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang.
Saat ini, penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan tersangka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Polres Samosir berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di kawasan wisata strategis seperti Danau Toba.













