Scroll untuk baca artikel
Daerah

Kinerja Lurah TSM III dan Camat Medan Denai Dipertanyakan, Aspirasi Warga Tak Kunjung Ditanggapi

504
×

Kinerja Lurah TSM III dan Camat Medan Denai Dipertanyakan, Aspirasi Warga Tak Kunjung Ditanggapi

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Polemik di Kecamatan Medan Denai kembali menjadi perhatian publik. Pada Senin (20/01/2025), kritik keras dilayangkan kepada Lurah Tegal Sari Mandala III dan Camat Medan Denai yang dinilai tidak berani menemui warganya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

Hal ini mengundang reaksi dari berbagai elemen masyarakat.

Muhammad Rafli, salah satu tokoh muda dan kader Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, meminta Walikota Medan, Bobby Afif Nasution, untuk turun tangan langsung dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kinerja jajaran Kecamatan Medan Denai.

“Saya meminta kepada Walikota Medan, Bapak Bobby Afif Nasution, agar turun ke Kecamatan Medan Denai melakukan sidak terhadap kinerja kecamatan yang tidak dapat menyelesaikan konflik di tengah-tengah masyarakat saat ini,” tegas Muhammad Rafli.

Baca Juga :  Peringati HUT Satpam ke-44, Polri, BPD ABUJAPI, dan Universitas Dharma Agung Turut Kerja Sama Tingkatkan SDM

Ia berharap, di penghujung masa jabatan Walikota Bobby Nasution, situasi di Medan Denai dapat lebih kondusif tanpa adanya demo terkait pemilihan kepala lingkungan maupun pelanggaran terhadap Peraturan Walikota (Perwal) No. 21 Tahun 2021.

Hal senada juga disampaikan oleh Awal HRP, aktivis sosial LSM Penjara Indonesia, yang turut hadir bersama Muhammad Rafli.

Awal meminta Walikota Medan untuk bersikap tegas terhadap jajarannya.

“Bobby Nasution harus sigap dan cepat memberikan sanksi pada jajarannya serta tegas mengambil kebijakan terkait Perwal Nomor 21 Tahun 2021,” ungkapnya.

Masyarakat Lingkungan IV Kelurahan Tegal Sari Mandala III merasa kecewa terhadap dugaan praktik “titip-menitip” yang dilakukan pihak kelurahan.

Baca Juga :  Rutan Humbahas Gelar Razia Insidentil, Tegaskan Nol Toleransi terhadap Narkoba

Warga juga menolak pengakuan terhadap kepala lingkungan yang baru lantaran prosesnya dinilai tidak transparan.

“Kami hanya ingin aspirasi kami didengar, bukan dijadikan permainan,” ujar salah seorang warga.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan pelayanan posyandu yang tidak sesuai dengan SOP yang diamanatkan oleh Ketua PKK, Kahiyang Ayu M Bobby Afif Nasution.

Pengukuhan kader posyandu yang seharusnya dilakukan rutin setiap bulan kini diabaikan, menambah kekecewaan warga.

Surat aspirasi yang dilayangkan masyarakat Lingkungan IV kepada Camat Medan Denai hingga kini belum mendapat tanggapan.

Bahkan, Sekretaris Camat Faisal Tanjung menyebut bahwa pihaknya telah meminta Lurah Tegal Sari Mandala III untuk segera melakukan pertemuan antara kepala lingkungan yang baru dengan masyarakat.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Tiar Martha Situngkir Ditangkap di Riau: Keluarga Apresiasi Kerja Keras Polisi

Namun, hingga kini, arahan tersebut tidak ditindaklanjuti.

“Lempar bola panas antara camat dan lurah ini sangat disayangkan. Tidak ada titik temu dan hasil nyata untuk masyarakat Lingkungan IV,” tambah Guntur, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kondisi ini membuat warga mempertanyakan komitmen para pemimpin di Kecamatan Medan Denai dalam menyelesaikan konflik yang ada.

Mereka berharap Bobby Nasution sebagai pemimpin dapat memberikan perhatian lebih untuk mengakhiri persoalan ini dan menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat.

You cannot copy content of this page