Simalungun, LIVESUMUT.com – Seorang pasien rawat inap di RSUD Perdagangan bermarga Manalu mengaku mendapatkan perlakuan kurang baik dari seorang perawat yang diduga arogan.
Perawat tersebut dikatakan membentak serta memarahi anak dan istri pasien pada Kamis (6/2/2025) pukul 17.00 WIB.
Pasien Manalu awalnya mengalami pembengkakan di telinga sebelah kiri.
Setelah menjalani rawat jalan di puskesmas tanpa hasil, ia akhirnya memutuskan untuk berobat ke IGD RSUD Perdagangan.
Pasien kemudian mendapatkan pemeriksaan awal, dan dokter memutuskan agar Manalu menjalani rawat inap sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis THT.
Setelah beberapa jam di IGD, Manalu dipindahkan ke Ruang Kenanga untuk mendapatkan perawatan intensif.
Di ruangan tersebut, ia meminta istrinya memanggil perawat karena darah naik ke selang infus di tangannya.
Namun, respons perawat yang datang justru mengejutkannya.
“Kusuruh lah istri panggil perawat bang untuk perbaiki infus di tanganku yang naik darah ke selang infus. Datanglah si perawat arogan itu dengan wajah bengis, langsung menggenggam tanganku kuat dan menariknya dengan sentakan. Di situ aku sudah tanda tanya dengan caranya melayani aku, tetapi kudiamkan karena aku mau berobat, bukan ribut,” ujar Manalu.
Sekitar satu jam kemudian, Manalu menghubungi bagian Humas RSUD Perdagangan untuk meminta AC di ruangannya dinyalakan.
Ia mengeluhkan kipas angin di ruangan yang kurang efektif karena tertutup debu.
Tak lama berselang, perawat yang sama kembali datang, kali ini dengan nada marah-marah kepada istri Manalu.
“Setelah itu bang, aku bermohonlah sama humas agar kiranya dibantu untuk hidupkan AC yang ada di ruang tempatku dirawat, karena kipasnya gak terasa putaran anginnya karena tumpukan debu. Lalu datanglah si perawat itu dengan marah-marah kepada istriku agar jangan melapor ke luar kalau ada keperluan. Terjadilah cekcok antara istriku dengan perawat arogan tersebut, sampai akhirnya aku meminta istri untuk tidak ribut karena aku ingin tenang dirawat,” tambahnya.
Keesokan harinya, perawat tersebut kembali saat memberikan obat melalui infus.
Manalu mengaku mengalami kesakitan akibat cara penyuntikan yang dianggap terburu-buru dan tidak hati-hati.
“Esok siangnya, perawat itu datang lagi ke ruangan untuk menyuntikkan obat ke selang infusku. Tapi caranya cepat dan tidak hati-hati sampai aku kesakitan di tanganku, hingga menimbulkan pembengkakan,” ungkapnya.
Tidak lama setelah itu, putri Manalu yang berusia 1 tahun 4 bulan tiba-tiba menangis di dalam ruangan.
Istri Manalu segera menggendong anaknya ke luar agar tidak mengganggu pasien lain.
Namun, perawat tersebut kembali menunjukkan sikap kasar dengan membentak istri dan anak Manalu.
“Beberapa menit kemudian, tiba-tiba putri kami menangis. Istri langsung menggendongnya untuk dibawa keluar agar tidak mengganggu pasien lain. Tiba-tiba perawat arogan itu keluar dari kamar sebelah kami dengan nada suara keras, memarahi dan membentak putri serta istriku sambil mengatakan agar anak kami tidak dibawa ke rumah sakit, karena ini bukan taman kanak-kanak,” ucap Manalu.
Perawat tersebut dikatakan berkata, “Kak, anaknya tinggal aja di rumah, jangan dibawa ke sini karena ini bukan taman kanak-kanak,”ucap Manalu meniru ucapan Perawat.
Mendengar hal itu, istri Manalu langsung merespons, “Gimana tinggalkan anak umur satu tahun setengah sendirian di rumah? Kalau kutinggalkan, suamiku sendiri ada kenapa-kenapa di sini, mau kau tanggung jawab?”
Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Perdagangan, Ervina, memberikan klarifikasi.
“Bapak Manalu, Istrinya bawa anak dan menangis, ada pasien di sebelah kurang nyaman. Perawat menyarankan menunggu di luar,” ujar Ervina kepada LIVESUMUT.com
Namun, hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Perdagangan, dr. Lidya, belum memberikan tanggapan terkait insiden ini.







