KARO, LIVESUMUT.com – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah 269 siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi dan Kabanjahe mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan MBG, Kamis (13/8/2026).
Data sementara hingga Kamis sore mencatat sedikitnya 269 siswa terdampak dan harus mendapatkan penanganan medis. Para siswa tersebut berasal dari beberapa sekolah, di antaranya SMAN 1 Berastagi sebanyak 204 siswa, SMK Swasta Bersama 40 siswa, serta SMA Swasta Bersama 25 siswa.
Sementara itu, pendataan terhadap siswa dari SMPN 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama masih dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.
Peristiwa dugaan keracunan MBG tersebut membuat suasana di sejumlah sekolah dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo sempat dipenuhi kepanikan. Orang tua siswa berdatangan, sementara para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Di tengah situasi tersebut, pernyataan Bupati Karo Antonius Ginting menjadi sorotan. Saat meninjau para siswa yang menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi bersama jajaran Forkopimda Karo, Antonius mengimbau masyarakat agar tetap tenang.
Menurut Bupati Karo, kondisi para siswa yang mengalami dugaan gejala keracunan relatif aman dan tidak mengkhawatirkan.
“Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar Antonius di depan RS Amanda Berastagi.
Bupati Karo Sebut Kondisi Siswa “Berita Baik”
Selain menyebut kondisi siswa tidak mengkhawatirkan, Bupati Karo Antonius Ginting juga menyampaikan bahwa keadaan para siswa tersebut merupakan sebuah berita baik.
“Ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut kemudian banyak diunggah dan beredar di media sosial, mulai dari Facebook, Instagram hingga TikTok.
Namun, pernyataan Bupati Karo itu justru menuai beragam tanggapan dari netizen. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan penyebutan kondisi tersebut sebagai “berita baik”, mengingat ratusan siswa sebelumnya harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan MBG.

Salah satu netizen, Nando Bifer, menulis:
“Demo kantor sppg nya…..pidana kan semua pekerja sampai pimpinan nya. Keracunan proyek siluman MBG bisa menyebabkan organ tubuh di dlm rusak.”
Kritik lainnya disampaikan Abdul Rahim.
“DEMI BERKUASA..SEMUA YG ENAK..YG BAIK” SAJA. PADAHAL MURID SDH KERACUNAN…. BEGINILAH KLU KEKUASAAN JADI ALAT.”
Sementara Denny Miswar menulis:
“yang lawak”nya memang orang sana?? woiiii pantas doulo gk genah, pimpinannya kek gini, Ornangnya kau pak”
Komentar lain datang dari akun Petualang Keadilan yang menyoroti langsung ucapan Bupati Karo.
“Kepala bapak kau berita baik”
Sementara itu, Maruba Gabetua Situmorang menulis:
“Suruh makanan yang buat keracunan itu bupati nya cicipin… Lw dia aman brti baik lh.. Lw keracunan tinggal kubur aja”
Beragam komentar tersebut menunjukkan sorotan publik terhadap kasus dugaan 269 siswa keracunan MBG di Kabupaten Karo. Meski Bupati Karo menyebut kondisi para siswa tidak mengkhawatirkan dan menyebut keadaan mereka sebagai “berita baik”, masyarakat tetap menantikan kejelasan mengenai penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.






