Scroll untuk baca artikel
Travel

Samosir Canangkan Wisata Bersih & Visit Samosir Years 2025-2026

655
×

Samosir Canangkan Wisata Bersih & Visit Samosir Years 2025-2026

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com – Kabupaten Samosir mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional melalui pencanangan Gerakan Wisata Bersih (GWB) serta peluncuran program “Visit Samosir Years 2025-2026”.

Acara monumental ini digelar pada Minggu (4/5/2025) di kawasan Waterfront Pangururan dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Enik Ermawati, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk.

Pencanangan ini ditandai secara simbolis dengan pemukulan gondang dan pelepasan burung merpati, melambangkan harapan baru bagi kemajuan pariwisata berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.

Turut hadir sejumlah tokoh penting dari pusat dan daerah, termasuk jajaran Kementerian Pariwisata, Otorita Danau Toba, pemimpin daerah sekitar, pelaku usaha pariwisata, dan komunitas lokal.

Acara juga diwarnai dengan pembagian alat kebersihan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta aksi gotong royong massal membersihkan kawasan Waterfront Pangururan.

Baca Juga :  Pimpin Upacara HUT RI Ke-80, Vandiko Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menegaskan pentingnya sinergi antar pemerintah dan masyarakat dalam membangun pariwisata yang bersih, ramah, dan berdaya saing tinggi.

Ia juga memperkenalkan aplikasi “Samosir Tourism” yang dapat diunduh melalui Play Store, sebagai panduan digital bagi wisatawan.

“Pemkab Samosir melaunching aplikasi Samosir Tourism, bisa didownload bagi pengguna Android dan kami juga akan terus berbenah untuk bisa memberikan kemudahan agar wisatawan dapat mengakses fasilitas dan mempermudah pengunjung mendapatkan informasi,” ungkap Vandiko.

Vandiko juga membeberkan capaian membanggakan bahwa Samosir kini tercatat sebagai salah satu dari 25 destinasi wisata terbaik di Asia versi lembaga perjalanan internasional.

“Ini tentu membawa dampak perekonomian bagi masyarakat. Rekomendasi ini menandakan pariwisata di Kabupaten Samosir sudah tidak lagi hanya berskala nasional tapi kita mampu bersaing dengan skala Asia bahkan dunia,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan pariwisata Samosir.

Baca Juga :  Pemkab Samosir Gelar Rapat Kedua Susun Ranperda Lindungi Petani

“Hal ini membuat bangga kami semua, membuat bangga warga Sumatera Utara khususnya warga Samosir,” kata Bobby.

Ia juga mengumumkan bahwa Danau Toba tengah dipersiapkan sebagai tuan rumah ajang lari internasional bergengsi Ultra Trail Mont Blanc pada Oktober 2025.

“Danau Toba akan menjadi tuan rumah event lari paling bergengsi di dunia,” ungkapnya.

Wamenparekraf Ni Luh Enik Ermawati yang akrab disapa Ni Luh Puspita, mengaku kagum pada keindahan dan keramahan masyarakat Samosir.

“Rasanya kalau ke sini nih senang sekali, mendapat keramahtamahan masyarakat dan alamnya,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan wisata berbasis budaya, termasuk wastra Nusantara seperti tenun Samosir.

“Dengan Wastra Nusantara nantinya, kita akan mengajak orang-orang untuk datang berwisata melihat kekayaan wastra Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wamen menggarisbawahi pentingnya kebersihan sebagai pilar utama dalam pengembangan pariwisata.

“Tuhan bisa memberi kita yang indah-indah tapi apakah kita bisa menjaganya… Kebersihan adalah bagian dari Iman,” tegasnya.

Baca Juga :  Arus Balik Nataru di Toba: Kendaraan Mulai Padat, Pengendara Diingatkan Utamakan Keselamatan

Data Travel and Tourism Development Index menunjukkan bahwa meski posisi Indonesia naik dari peringkat 32 ke 22, pilar health and hygiene justru turun dari posisi 82 ke 89.

Hal ini menjadi alasan kuat peluncuran GWB sebagai gerakan nasional.

“Masalah kebersihan adalah masalah yang krusial. Ini bukan tanggung jawab pemerintah saja… tapi seluruh stakeholder pariwisata,” tegas Ni Luh.

Wamen juga mengajak agar gerakan ini menjadi awal dari budaya gotong royong dalam menjaga destinasi wisata dan memupuk sense of belonging masyarakat terhadap pariwisatanya sendiri.

Ia menutup dengan harapan besar agar program ini disertai dengan edukasi berkelanjutan.

“Gerakan hari ini hanya aktivasi saja dan selanjutnya tentu saja kita harus melakukan pendampingan, mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sadar wisata,” tutupnya.

You cannot copy content of this page