Scroll untuk baca artikel
Daerah

Harkitnas ke-117 di Tanah Lapang Pangururan, Wabup Samosir Serukan Semangat Persatuan

376
×

Harkitnas ke-117 di Tanah Lapang Pangururan, Wabup Samosir Serukan Semangat Persatuan

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com – Semangat kebangkitan nasional kembali dikobarkan di Kabupaten Samosir dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang digelar secara khidmat di Tanah Lapang Pangururan, Selasa (20/05/2025).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk memimpin jalannya kegiatan yang mengusung tema nasional “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”.

Upacara ini dihadiri jajaran TNI/Polri, pegawai Pemkab Samosir, serta pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu, Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, Pabung Samosir Mayor Arm G. Sebayang, Kasi Intel Kajari Samosir Richard Simaremare, Sekdakab Marudut Tua Sitinjak, serta para pimpinan OPD termasuk Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang.

Dalam amanat yang dibacakannya, Wakil Bupati menyampaikan pidato Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Viada Hafid yang mengajak bangsa Indonesia untuk menjadikan momen Harkitnas sebagai refleksi kebangkitan sejati bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Mutasi Besar di Samosir, Wakil Bupati Lantik Pejabat Baru dan Kirim Pesan Tegas

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak sekedar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional, tetapi membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah,” tegas Menteri Komdigi dalam pidato yang dibacakan Wakil Bupati.

Pidato tersebut menekankan bahwa perjuangan bangsa Indonesia dimulai dari kesadaran dan keberanian untuk bangkit atas kekuatan sendiri, bukan bergantung pada kekuatan asing.

Kebangkitan itu pun dituntut untuk tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjawab tantangan zaman modern seperti disrupsi teknologi, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital.

Baca Juga :  Pria Warga Barumun Ditangkap di Rumah Kontrakan, Polisi Sita 6,28 Gram Sabu

“Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup, sehingga ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman…” lanjut Menteri Komdigi.

Dalam pidato tersebut, juga disampaikan pencapaian 150 hari Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, yang dimulai dari program-program mendasar seperti Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau lebih dari 3,5 juta anak, dan layanan kesehatan gratis yang telah dirasakan oleh lebih dari 777.000 masyarakat.

Menteri Komdigi juga menyoroti pembentukan Danantara Investment Agency sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional serta pengembangan talenta digital melalui pelatihan vokasi dan pusat kecerdasan buatan seperti AI Centre of Excellence di Papua.

Dalam hal perlindungan sosial digital, Pemerintah mengembangkan PP TUNAS guna menciptakan ruang digital yang aman untuk anak-anak.

Baca Juga :  Bupati Palas Lantik 53 Pejabat, Tiga Camat Akhirnya Definitif

Akhir pidato Menteri Komdigi mengajak seluruh rakyat Indonesia meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan delapan misi besar dalam Asta Cita sebagai kompas menuju masa depan yang lebih adil dan beradab.

“Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah… kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” tutup Menteri Komdigi.

Peringatan Harkitnas ke-117 ini menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan kebangkitan harus terus hidup di tengah tantangan zaman, demi mewujudkan Indonesia yang kuat, berdaulat, dan berpihak pada rakyat.

You cannot copy content of this page