Samosir, LIVESUMUT.com – Polres Samosir menerima audiensi dari sejumlah tokoh pemerhati lingkungan Kabupaten Samosir, Senin (2/6/2025) pukul 14.10 WIB di Aula Vidcon Mako Polres Samosir.
Kapolres AKBP Rina Frillya, S.I.K., diwakili oleh Kasat Intelkam IPTU Donal Sitanggang, S.H., M.H., dan didampingi oleh PLT Kasi Humas Brigpol Gunawan Situmorang.
Audiensi ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wilmar Simanjorang (Penjabat Bupati Samosir 2004–2005), Efendy Naibaho (jurnalis dan mantan anggota DPRD Sumut dua periode), Koordinator Aliansi Rakyat Peduli Danau Toba sekaligus Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Naris Sitanggang (Ketua Adat Sitolu Hae Horbo), dan Ambrosius Simbolon (wartawan media online Tribrata.tv).
Dalam dialog tersebut, Efendy Naibaho mengangkat isu krusial mengenai maraknya pembakaran lahan dan aktivitas penebangan liar di kawasan perbukitan Samosir.
Ia menyerukan tindakan tegas terhadap para pelaku perusakan lingkungan, sekaligus meminta ketegasan terhadap pengangkutan kayu ilegal.
“Kami siap mendukung Polres dalam penanganan karhutla dan bahkan bersedia membentuk tim ulubalang, namun kami menghadapi keterbatasan dana. Kami berharap ada koordinasi lebih lanjut dengan Pemkab Samosir terkait penyediaan anggaran bencana,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Adat Sitolu Hae Horbo, Naris Sitanggang, yang mengaitkan perlindungan lingkungan dengan keberlangsungan sektor pariwisata di Samosir.
“Musim kemarau sangat rawan karhutla, yang bisa menurunkan minat wisatawan. Kami sangat mendukung langkah Polres dalam menjaga kelestarian alam Samosir,” katanya.
Wilmar Simanjorang turut menyerahkan secara simbolis buku karyanya berjudul Penyelamatan Kawasan Danau Toba kepada pihak Polres.
Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya pengawasan langsung dari pemerintah serta perlunya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial.
“Perhatian pemerintah pusat sangat besar, tetapi fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pelanggaran, termasuk aktivitas penebangan hutan liar. Kami juga mendukung langkah Ephorus HKBP demi menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai masukan, Kasat Intelkam IPTU Donal Sitanggang menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolres dan Wakapolres, serta memastikan bahwa semua aspirasi akan ditindaklanjuti.
“Terkait karhutla, personel Polres bersama stakeholder sudah melakukan pemantauan dan pemadaman. Namun, medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan utama. Kami mengapresiasi masukan dan buku yang diberikan, dan akan menyampaikannya kepada pimpinan,” ujarnya.
Audiensi yang berlangsung hingga pukul 15.00 WIB ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif.
PLT Kasi Humas Brigpol Gunawan Situmorang mengapresiasi inisiatif para tokoh lingkungan dan menyebut pertemuan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian alam Samosir.
“Para tokoh menyampaikan aspirasi untuk mewujudkan zero penebangan hutan dan mendukung Polres dalam penanganan karhutla dan pelaku perusakan lingkungan,” pungkasnya.













