Scroll untuk baca artikel
Daerah

Sebelum Bertugas, Tiga Calon Guru Agama Dibekali di Paroki Santo Yosep Balige

708
×

Sebelum Bertugas, Tiga Calon Guru Agama Dibekali di Paroki Santo Yosep Balige

Sebarkan artikel ini

Toba, LIVESUMUT.com | Menjawab kebutuhan akan tenaga pendidik Agama Katolik di sekolah-sekolah negeri, Paroki Santo Yosep Balige bersama Pemerintah Kabupaten Toba melaksanakan pembekalan bagi tiga calon guru Agama Katolik yang akan segera mengabdi di wilayah Paroki, khususnya di Rayon Porsea, Silaen, dan Laguboti.

Kegiatan pembekalan dilaksanakan selama dua hari, Senin–Selasa (28–29 Juli 2025), bertempat di Kantor Paroki Santo Yosep Balige, dan mencakup berbagai materi esensial, spiritualitas guru agama, struktur hirarki Gereja Katolik, peran guru agama dalam masyarakat, serta guru sebagai pendidik dan motivator.

Para peserta juga mendapat pelatihan teknis mengenai perangkat pembelajaran untuk mendukung proses pengajaran di sekolah.

Materi pembekalan disampaikan oleh para narasumber berkompeten, yakni Pastor Cypriano Barasa OFMCap, Pastor Andreas Aritonang OFMCap, Mariani Tarigan, S.Sos, Rosalina Nadapdap, S.Ag, Rinto P. Hutapea, SP, M.Sp, dan Manahan Simanjuntak, S.Pd.

Baca Juga :  Audiensi ke Pemkab, BRNR Sampaikan Rencana Pendirian Dapur Bergizi di Toba, Ini Respon Wabup

Rinto P. Hutapea, Pelaksana II DPPH dan Ketua Tim Penjaringan, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif umat Katolik dan Pastor Paroki, yang kemudian difasilitasi secara resmi melalui nota kesepahaman (MoU) antara Paroki Santo Yosep Balige dan Pemerintah Kabupaten Toba pada 11 Mei 2025.

“Nantinya, para calon guru ini akan ditempatkan di sekolah-sekolah negeri yang berada di wilayah Paroki Santo Yosep Balige, yakni di Rayon Porsea, Silaen, dan Laguboti. Harapan kami mereka sudah bisa mulai mengajar pada bulan Agustus,” ujar Rinto.

Kehadiran Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, dalam kegiatan tersebut menandai dukungan penuh pemerintah terhadap upaya ini.

Ia menyampaikan apresiasi dan harapannya agar keberadaan guru-guru ini membawa semangat baru di tengah masyarakat.

Baca Juga :  98% Warga Batu Nabolon Petani, Desa Desa Gelar Pelatihan Pertanian Terpadu

“Semoga dengan kerja sama ini, masyarakat Toba khususnya umat Katolik, dapat merasakan sukacita. Kehadiran kalian akan menjadi berkat bagi mereka,” ujar Wakil Bupati.

“Sebagai guru, kalian juga adalah utusan Paroki. Tanggung jawab kalian besar: kepada Tuhan, kepada negara, kepada sekolah dan siswa, dan di atas semuanya, kepada Paroki ini,” tambahnya.

Mariani Tarigan dari Bimas Katolik Kementerian Agama RI turut memberikan pandangan strategis dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan kondisi kekurangan guru Agama Katolik yang cukup signifikan di Kabupaten Toba.

“Pemerintah sudah membuka formasi, tapi SDM kita sangat terbatas. Akibatnya, banyak sekolah belum terpenuhi kebutuhan guru agama Katolik,” ujar Mariani.

Ia memaparkan bahwa dari 183 SD yang ada di Kabupaten Toba, hanya 15 memiliki guru Agama Katolik.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-79, Polres Humbahas Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers

Untuk jenjang SMP, dari 46 sekolah hanya 6 yang memiliki guru, dan dari 34 SMA/SMK, hanya 8 yang memiliki guru Agama Katolik.

Kegiatan ditutup dengan doa pemberangkatan yang dipimpin oleh Pastor Andreas Aritonang OFMCap, mewakili Pastor Paroki.

“Kami memberi tugas kepada kalian untuk menjadi garam dan terang dunia melalui kacamata iman Katolik. Setialah pada tanggung jawab ini,” tegas Pastor Andreas.

Tiga calon guru Agama Katolik yang siap mengabdi adalah:

1. Desna Pardosi, S.Pd

2. Chintya Rebekka Peranginangin, S.Pd

3. Nova E. Silitonga, S.Pd.

Program ini mencerminkan sinergi nyata antara gereja dan pemerintah dalam membangun pendidikan yang berbasis nilai dan spiritualitas, serta menjadi langkah konkret menjawab kekurangan tenaga pendidik agama Katolik di sekolah negeri.

You cannot copy content of this page