Toba, LIVESUMUT.com | Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih sering terjadi di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Camat Silaen, Tumpal Panjaitan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPA) di Aula HKBP Sitorang, Selasa (9/9/2025).
“Di Kecamatan Silaen ini sering terjadi kekerasan seksual kepada anak. Kami berharap pasca sosialisasi ini nanti, kita tidak lagi mendengar kabar-kabar yang demikian. Kepada para tokoh agama, tokoh adat dan para tokoh masyarakat, kami harapkan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara keseluruhan agar hal di luar nalar itu tidak terjadi lagi,” kata Tumpal Panjaitan.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus yang hadir sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa pemahaman masyarakat soal kekerasan masih terbatas.
“Ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kita, baik untuk hari ini, besok dan dimasa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak masyarakat yang hanya menganggap kekerasan terhadap anak sebatas kekerasan fisik.
Padahal, menurut Undang-Undang, ada bentuk kekerasan lain yang tak kalah berbahaya.
“Padahal menurut Undang-Undang kekerasan itu bukan hanya dipukul, tetapi ada juga yang namanya kekerasan psikis yang harus kita pahami,” sebutnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati mengajak orang tua, guru, hingga masyarakat untuk menumbuhkan pendekatan yang lebih ramah anak.
“Supaya tidak terjadi hal itu, maka kita semua harus bertanggung jawab terhadap hal tersebut. Jadilah sahabat untuk semua anak,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pencegahan kekerasan.
“Pencegahan itu harus punya sistem seperti jam. Sistem itu adalah semua komponen sama pentingnya. Saya berharap itulah yang menjadi output dari pertemuan ini. Kita semua bergandeng tangan dan sama-sama berperan dalam hal ini,” ungkap Kapolres.
Plt. Kadis PMDPPA, Melati Silalahi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak, menurunkan angka kekerasan, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
“Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperkuat peran keluarga dalam membimbing anak serta melindungi dari tontonan tidak layak atau hal berbahaya lainnya,” jelasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh pelajar SD, SMP, SMA, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Turut hadir sebagai narasumber, Ketua DPD Batak Center Tua Pangaribuan, Kapolres Toba, serta Wakil Bupati Toba.
Kegiatan ini sendiri diinisiasi oleh Anggota DPRD Toba Janner Sitorus, DPD Batak Center, dan Dinas PMDPPA Kabupaten Toba.













