Toba, LIVESUMUT.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi anak dengan mendukung program Dapur Makan Bergizi (MBG) Horas Toba yang digagas Yayasan Bisukma Group.
Program ini resmi dilaunching melalui Grand Opening MBG Horas Toba di SMP Negeri 6 Balige, Jumat (19/9/2025).
Acara peresmian berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Toba, Camat Balige, perangkat desa, tokoh masyarakat, insan pers, serta guru dan siswa-siswi SMP Negeri 6 Balige.
Perwakilan Yayasan Bisukma Group, Charles Sitohang, menegaskan bahwa program dapur makan bergizi dikerjakan secara serius dan profesional.
Hingga kini, sudah ada lima dapur makan bergizi yang dibangun di Kabupaten Toba, dengan progres pembangunan mencapai 80 persen.
“Kami melakukan program ini dengan serius dan sesuai aturan. Kami siap dikawal oleh seluruh stakeholder untuk melakukan yang terbaik bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Charles menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh dapur bergizi dapat diresmikan sepenuhnya pada pertengahan Oktober 2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Augus Sitorus, yang hadir mewakili Bupati Toba, menyampaikan dukungan penuh Pemkab terhadap program MBG.
“Program ini tidak hanya bermanfaat bagi gizi anak, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegas Augus.
Ia menekankan pentingnya pelaksanaan program sesuai SOP pemerintah pusat, sekaligus mengintegrasikan potensi lokal melalui pemanfaatan rantai pasok desa, pemberdayaan UMKM, dan perputaran ekonomi masyarakat.
Program MBG Horas Toba mengedepankan tiga prinsip utama:
1. Kualitas pelayanan bagi penerima manfaat.
2. Pemanfaatan sumber daya lokal, baik SDM maupun bahan baku.
3. Pengelolaan dapur sesuai juknis Badan Gizi Nasional, dengan standar infrastruktur, tenaga kerja handal, dan SOP pelayanan yang jelas.
Hingga saat ini, 1.436 paket MBG telah dibagikan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Toba. Dalam dua minggu ke depan, Yayasan Bisukma Group menargetkan distribusi meningkat hingga 3.900 paket MBG.
Dengan dukungan lintas sektor, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Toba, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di tingkat desa.













