Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pesta Partangiangan PBMNBB ke-70, Bupati Humbahas: “Doa dan Persatuan Membawa Berkat bagi Generasi Nababan”

345
×

Pesta Partangiangan PBMNBB ke-70, Bupati Humbahas: “Doa dan Persatuan Membawa Berkat bagi Generasi Nababan”

Sebarkan artikel ini

Doloksanggul, LIVESUMUT.com — Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr Oloan Paniaran Nababan, SH, MH menghadiri Pesta Partangiangan Pomparan Borsak Mangatasi Nababan Boru Bere (PBMNBB) ke-70 se-Kabupaten Humbang Hasundutan yang digelar di Nagasaribu, Kecamatan Lintongnihuta, Senin (13/10/2025).

Sebagai Pembina PBMNBB Kabupaten Humbang Hasundutan, Bupati Oloan Nababan menyampaikan rasa syukur dan makna mendalam atas pelaksanaan Partangiangan yang sudah menjadi tradisi selama tujuh dekade.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tahunan ini merupakan sarana untuk memohon berkat Tuhan bagi seluruh keturunan Borsak Mangatasi Nababan, Boru, dan Bere.

“Partangiangan PBMNBB yang setiap tahunnya dilaksanakan adalah untuk memohon berkat Tuhan kepada keturunan Borsak Mangatasi Nababan Boru dan Bere,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengenang momen Partangiangan PBMNBB pada 13 Oktober 2024, saat dirinya bersama pomparan Nababan berdoa bersama sebelum mencalonkan diri di Pilkada Humbahas.

“Tepat di tempat kita mengadakan acara ini, 13 Oktober 2024 kita juga sama-sama berdoa dan memohon kepada Tuhan. Saya sebagai salah seorang keturunan Borsak Mangatasi Nababan untuk maju pada Pilkada Tahun 2024. Pada saat itu, saya dan saudara-saudara PBMNBB menangis dan berdoa bersama, bersepakat untuk memajukan saya menjadi Calon Bupati di Kabupaten Humbang Hasundutan,” ucapnya dengan penuh haru.

Baca Juga :  Rakor Bersama Luhut, Bupati Humbahas Laporkan Hasil Kunjungan Tim UNESCO

Bupati Oloan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh marga dan kelompok adat yang telah memberikan dukungan doa selama perjalanan politiknya.

“Terimakasih kepada Pomparan Borsak Mangatasi Nababan Boru Bere, kepada ‘Haha Doli’ Silaban dan Lumbantoruan serta ‘Anggi Doli’ Hutasoit. Terimakasih juga kepada ‘Hula-hula’ Pasaribu, Oppusunggu dan Manik. Terimakasih juga kepada ‘Raja ni boru’ Silitonga, Sinaga, Silitonga dan Simanullang. Doa dan dukungan Haha Doli, Anggi Doli, Hula-hula dan Raja ni boru sehingga apa yang kita cita-citakan dan harapkan terwujud saat ini, saya bisa menjadi Bupati Humbang Hasundutan,” tutur Bupati Oloan.

Baca Juga :  Lagi-lagi Pertamina Naikkan Harga BBM Non Subsidi Per 1 Februari 2025

Menurutnya, nilai-nilai Hamajuon, Hagabeon, Hasadaon, Hasangapon, dan Hamoraon yang diwariskan leluhur kini mulai terwujud.

Banyak keturunan Nababan yang telah berhasil di berbagai bidang, mulai dari pejabat publik, pengusaha, hingga tokoh masyarakat.

“Sejarah Partangiangan PBMNBB yang sudah dimulai sejak 13 Oktober 1955 ini harus terus dilanjutkan kepada generasi berikutnya di seluruh dunia,” katanya.

Acara Partangiangan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Kacon Nababan, yang menyampaikan khotbah dari Kolose 3:14: “Dan di atas semua itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Pdt. Kacon menegaskan, meski usia PBMNBB telah 70 tahun, semangat persatuan dan iman justru harus semakin kuat.

Ia mengutip Mazmur 90:10 bahwa umur 70 tahun adalah puncak masa berkarya manusia, dan mengajak semua pomparan untuk terus “bersatu dalam kasih, bertumbuh dalam iman.”

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Partangiangan PBMNBB Jamonang Nababan menyebut peringatan tahun ini sebagai momentum kebangkitan baru bagi PBMNBB.

Baca Juga :  70 Warga di 6 Kecamatan Terima Bantuan RTLH di Humbahas

“Pesta Partangiangan PBMNBB yang ke-70 ini merupakan momentum kebangkitan baru. PBMNBB tidak berhenti hanya mengenang sejarah dan leluhur, tetapi dengan semangat lebih besar akan memperkokoh persatuan dalam wadah PBMNBB,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PBMNBB Humbahas, Marusaha Nababan, juga membacakan sejarah terbentuknya Partangiangan PBMNBB.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari pertemuan para tetua marga Nababan di Siborong-borong, awal Maret 1955, yang kemudian menetapkan 13 Oktober 1955 sebagai hari doa pengampunan dan awal kebangkitan pomparan Nababan.

Perayaan ke-70 tahun ini juga dimeriahkan dengan acara adat, pertunjukan sanggar seni dari Sanggar Tari Nabasa, serta penampilan artis Batak nasional dan daerah, antara lain Style Voice, Dompak Sinaga, Divamora Sister, Anelta Trio, dan Desy Pasaribu.

You cannot copy content of this page