Batang Toru, LIVESUMUT.com — Upaya pemulihan pascabencana di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus digenjot. Dua unit ekskavator tambahan resmi dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material lumpur, kayu, dan puing yang menutup akses permukiman serta jalur utama warga.
Dua alat berat tersebut merupakan dukungan dari PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT Sumatera Sylva Lestari (SSL), dua perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Padanglawas dan bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan serta Polres Tapanuli Selatan dalam penanganan darurat banjir dan longsor.
Kedua ekskavator langsung difokuskan pada titik-titik yang dinilai paling krusial, terutama di kawasan Desa Garoga, lokasi yang sebelumnya lumpuh total akibat tertimbun material banjir.
“Dengan tambahan dua unit ekskavator ini, proses normalisasi dapat dipercepat sehingga aktivitas warga segera pulih,” ujar Mompang Harahap, perwakilan perusahaan yang turut mengawal kedatangan alat berat ke Batang Toru, Selasa (3/12/2025).
Sebelum adanya bantuan alat berat, TNI, relawan, dan masyarakat setempat harus bergotong-royong menggunakan peralatan seadanya. Bahkan, warga sempat membangun jembatan darurat dari kayu gelondongan demi membuka akses sementara.
Namun derasnya volume material mulai dari lumpur pekat, kayu-kayu besar, hingga puing bangunan membuat kebutuhan ekskavator semakin mendesak agar penanganan bisa dilakukan lebih efektif.
Seperti diketahui, banjir besar, tanah longsor, dan tumbangnya pepohonan menerjang 13 dari 15 kecamatan di Tapanuli Selatan sejak Selasa (25/11/2025), setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak sehari sebelumnya.
Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan pembersihan di berbagai titik sambil meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih dapat terjadi.








