DaerahTNI/Polri

Kapolsek Siantar Timur Dampingi Petani Jual 10 Ton Jagung ke Bulog, Cek Harganya!

361
×

Kapolsek Siantar Timur Dampingi Petani Jual 10 Ton Jagung ke Bulog, Cek Harganya!

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu, S.H., M.H., didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebun Sayur AIPDA Manoa Sitanggang, S.H., mendampingi petani saat proses penjualan 10 ton jagung ke Bulog Cabang Pematangsiantar.

PEMATANGSIANTAR, LIVESUMUT.com – Kapolsek Siantar Timur, IPTU Edy J.J. Manalu, S.H., M.H., turun langsung mendampingi petani binaan menjual 10 ton jagung ke Bulog Cabang Pematangsiantar sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, Rabu (29/7/2026).

Didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebun Sayur, AIPDA Manoa Sitanggang, S.H., IPTU Edy hadir di lokasi panen di Jalan Narumondah, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, untuk memastikan proses penjualan hasil panen berlangsung aman, lancar, serta memberikan kepastian pasar bagi para petani.

Baca Juga :  Benarkah Siopat Suhu Bebas Narkoba? Polsek Siantar Timur Patroli Posko KBN

Dalam kegiatan tersebut, Bulog Cabang Pematangsiantar menyerap 10.000 kilogram atau 10 ton jagung dengan kadar air 13,8 persen. Harga jagung yang dibeli Bulog mencapai Rp6.400 per kilogram, sehingga petani memperoleh kepastian harga sekaligus jaminan pemasaran hasil panennya.

Pendampingan ini menjadi angin segar bagi petani karena hasil panen dapat terserap dengan harga yang jelas dan proses penjualan berlangsung lancar.

Kapolsek Siantar Timur, IPTU Edy J.J. Manalu, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Polisi Dampingi Petani Jual Jagung ke Bulog Pematangsiantar, Begini Hasil Panennya

“Polri siap mendukung program ketahanan pangan dengan hadir mendampingi petani, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen. Kami ingin memastikan petani merasa aman dan memperoleh kepastian dalam menjual hasil panennya,” ujar IPTU Edy.

Selain mendukung penyerapan hasil panen, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Polri, petani, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

You cannot copy content of this page