Medan, LIVESUMUT.com – Proyek overpass di Jalan Stasiun Kereta Api, Kecamatan Medan Barat, yang baru diresmikan pada 20 Desember 2024, menjadi sorotan netizen setelah kerusakan pada bagian struktur terdeteksi.
Proyek senilai Rp 67 miliar ini dikerjakan oleh PT Putera Borneo Sakti yang beralamat di Jl. Pematang Panjang Km.04, RT.21, Desa Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Infrastruktur ini didanai sepenuhnya oleh APBD Kota Medan melalui skema pembiayaan multiyears untuk tahun anggaran 2023 dan 2024.
Kerusakan terlihat pada bagian ACP (aluminium composite panel) overpass, di mana perekat pada material tersebut mengelupas.

Hal ini menjadi perbincangan di media sosial, khususnya di Instagram, dengan lebih dari 700 komentar dari netizen.
Salah satu komentar dari akun @elv**sato menulis, “Kalo masih bagus baru heran.”
Komentar ini kemudian disambut oleh akun @fa****sha_ yang mengatakan, “Yang penting Pak Wali kelihatan kerjanya.”

Netizen lain juga mengkritik melalui komentar, “Mau untung banyak tu pemborong tender, dari bahannya aja udah kelihatan tipis x macam dompet ku di bulan tua.”
Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan bahwa pembangunan overpass ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kawasan Pajak Ikan Lama dan Jalan Pulau Pinang, yang sering padat akibat mobilisasi penumpang kereta api.
Meski demikian, kerusakan pada bagian infrastruktur ini memunculkan tanda tanya publik terkait kualitas pengerjaan proyek tersebut.













