Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bayar, Bayar, Bayar! Tilang Rp 500 Ribu di Medan, Nasib Sopir Ini Mirip Lirik Sukatani Band

1168
×

Bayar, Bayar, Bayar! Tilang Rp 500 Ribu di Medan, Nasib Sopir Ini Mirip Lirik Sukatani Band

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Kisah seorang pengendara pickup berinisial MA yang mengaku diharuskan membayar tilang di kantor Satlantas oleh oknum polisi berinisial SRS, saat ditilang di Medan.

Kisah nyata ini mengingatkan banyak orang pada lirik lagu “Bayar, Bayar, Bayar!” dari Sukatani Band, yang sempat booming di media sosial.

Seperti dalam lagu yang menggambarkan seseorang diminta membayar oleh knum tanpa alasan jelas, pengendara mobil Pick Up BL 8469 DI ini juga mengalami hal serupa.

Ia mengaku dihentikan oleh petugas Satlantas Medan di kawasan Pondok Kelapa, tidak jauh dari Manhattan, meskipun SIM dan STNK-nya lengkap.

Baca Juga :  Tarif SIM C di Polres Asahan Tembus Rp550 Ribu, Publik Desak Propam Usut Tuntas!

“Saya lengkap, Bang. SIM dan STNK ada. Perkara besi tambahan di bak, Dishub pun tidak mempermasalahkan. Tapi saya tetap dibawa ke Satlantas,” ujarnya pada LIVESUMUT.com

Foto: Besi tambahan di bak yang dipermasalahkan.

Namun, di kantor Satlantas, ia justru diminta membayar Rp 500.000 oleh seorang petugas.

Karena hanya memiliki Rp 200.000, ia disuruh mencari tambahan Rp 300.000 agar bisa menerima kembali STNK yang ditilang dan dapat melanjutkan perjalanan.

“Saya bilang uang saya tinggal Rp 200.000, tapi bapak itu tidak mau. Saya disuruh keluar dan mencari Rp 300.000 lagi. Terpaksa saya telepon teman untuk pinjam uang,” katanya dengan wajah kecewa.

Baca Juga :  Calo SIM Berkedok Medis di Medan, Tes Psikologi dan Kesehatan Cukup Kirim Data

Ia pun kebingungan karena uangnya sedang menipis.

Selain harus memastikan bensin cukup untuk sampai ke Aceh, ia dan kernetnya mengaku juga belum makan.

Mirip Lagu Sukatani Band yang Viral

Kasus ini sontak mengingatkan netizen pada lagu Sukatani Band – Bayar, Bayar, Bayar! yang sempat viral di TikTok dan media sosial.

Lagu tersebut menceritakan seseorang yang  diminta membayar sesuatu yang sebenarnya tidak jelas.

Lirik lagu seperti “Bayar, bayar, bayar! Ketilang di jalan bayar polisi, Aduh..Aduh… Ku tak punya uang, untuk bayar polisi” kini seolah menjadi realitas bagi pengendara ini.

Baca Juga :  Pemkab Simalungun Soft Launching Mall Pelayanan Publik 

Pengendara berharap ada transparansi dan tindakan tegas terhadap praktik-praktik yang diduga merugikan masyarakat.

Oknum Polisi SRS ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa hal itu dia lakukan untuk membantu Pengemudi tersebut mengingat lokasi rumahnya di Aceh jauh dari Pengadilan Negeri Medan.

Akankah realita ini berakhir seperti lagu Sukatani Band?

Ataukah kisah “Bayar, Bayar, Bayar!” akan terus berulang?

You cannot copy content of this page