Toba, LIVESUMUT.com – Program andalan Pemerintah Kabupaten Toba, BukaDesa atau Bupati Berkantor di Desa, kembali digelar dan kali ini Desa Tarabunga, Kecamatan Tampahan, menjadi tuan rumah kegiatan pada Rabu (14/5/2025).
Warga menyambut antusias dengan memadati berbagai stand pelayanan, khususnya yang disediakan oleh Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Tak hanya masyarakat Desa Tarabunga, kegiatan ini juga menarik minat warga dari desa-desa sekitar seperti Desa Meat dan Desa Lintong.
Mereka datang sejak pagi untuk mendapatkan layanan langsung tanpa harus ke kantor dinas di pusat pemerintahan.
Dinas Sosial menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi warga.
Beragam pertanyaan dan pengurusan terkait program bantuan sosial (Bansos) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) mendominasi interaksi antara warga dan petugas.
Sementara itu, Dinas Dukcapil juga diserbu masyarakat yang ingin mengurus dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, akta kelahiran, hingga pemisahan KK. Di sisi lain, Dinas Kesehatan melayani pemeriksaan kesehatan gratis, dengan jumlah lansia yang datang terbilang tinggi.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, ini menunjukkan bahwa kehadiran pelayanan langsung ke desa sangat dibutuhkan warga,” ungkap salah satu petugas dari dinas terkait.
Selain tiga dinas utama tersebut, hadir pula berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Koperindag), Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas PMDPA, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kegiatan ini turut didukung oleh kehadiran BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), menambah kelengkapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Program BukaDesa yang digagas oleh Bupati Toba ini bertujuan mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat, membangun komunikasi langsung antara pemimpin daerah dan warganya, serta menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara nyata di lapangan.













