Pematangsiantar, LIVESUMUT.com | Rapat laporan pertanggungjawaban antara Dinas Pendidikan dan Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar di kantor DPRD berlangsung alot selama tiga jam.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pematangsiantar Dani Lubis beserta jajarannya hadir untuk menjawab beragam pertanyaan mendasar yang dilontarkan para anggota dewan, Kamis (17/7/2025).
Salah satu pokok bahasan utama adalah tindak lanjut surat dari Gubernur Provinsi Sumut terkait pelaksanaan sekolah lima hari untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Dani Lubis menyampaikan bahwa surat tersebut masih dalam pembahasan internal Dinas Pendidikan dan akan segera didiskusikan lebih lanjut bersama Wali Kota.
Namun, rapat juga mengungkap sejumlah persoalan serius yang masih membelit Dinas Pendidikan.
Mulai dari anggaran yang belum terserap maksimal (Silva), penurunan jumlah siswa di sekolah negeri, hingga lemahnya kualitas sumber daya manusia di jajaran dinas.
Situasi semakin memanas ketika Kadisdik menyatakan peminat sekolah negeri meningkat pada tahun 2025.
Data yang diperiksa dewan justru menunjukkan sebaliknya: terjadi penurunan dari kuota 3.776 pada 2024 menjadi hanya 3.227 pada 2025.
Hal ini membuat Kadisdik terlihat hanya mampu “omon-omon” alias tidak dapat menjelaskan dengan baik fakta di lapangan.
Wakil Ketua Komisi II, Alfrizal Ginting, mengungkapkan rasa heran atas ketidakmampuan Kadisdik dalam menguasai data jumlah siswa.
Ia juga menyoroti minimnya aktivitas mobil patroli Dinas Pendidikan dalam menangani siswa bolos.
“Kasus siswa SMP negeri yang lompat pagar sekolah untuk bolos bahkan sempat viral, tapi tidak ada langkah nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II sekaligus pimpinan rapat, Hendra Pardede, berharap Kadisdik dapat memperbaiki performanya dan memimpin jajarannya dengan lebih baik.
“Kami berharap Kadisdik dapat lebih memimpin dengan baik dan memberikan contoh yang positif kepada seluruh jajaran di Dinas Pendidikan,” tegasnya.
Rapat ini menjadi alarm bagi Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar untuk segera berbenah, demi kualitas pendidikan yang lebih baik ke depannya.













