Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Komitmen Dirresnarkoba Poldasu, Calvijn Simanjuntak: “Kamu Bisa Lari, Tapi Tidak Bisa Bersembunyi!”

1036
×

Komitmen Dirresnarkoba Poldasu, Calvijn Simanjuntak: “Kamu Bisa Lari, Tapi Tidak Bisa Bersembunyi!”

Sebarkan artikel ini

Asahan, LIVESUMUT.com | Dibalik wajah pedesaan yang dulu dikenal aman dan nyaman, warga Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan, mulai hidup dalam bayang-bayang peredaran narkoba yang semakin brutal. (Foto: Dirresnarkoba Calvijn Simanjuntak, saat melakukan penangkapan di salah satu tempat hiburan malam)

Semua berubah sejak munculnya nama TATA, diduga bandar besar yang disebut-sebut mulai menancapkan kukunya dengan jaringan yang meluas tanpa hambatan.

Sejak dilantik, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, Kombes Calvijn Simanjuntak, menunjukkan langkah-langkah nyata dalam pemberantasan narkoba.

Dari jaringan kecil hingga kelas kakap, tak luput dari sapuan tangan dinginnya.

Baca Juga :  Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Luncurkan Gerakan Nasional "Klien Bapas Peduli 2025"

“Bisa lari tapi kamu tidak bisa bersembunyi!” ungkap Dirnarkoba Calvijn Simanjuntak, Senin (28/7/2025), saat melakukan penangkapan di salah satu tempat hiburan malam.

Kalimat itu bukan sekadar slogan. Dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun 2025 saja, lebih dari satu ton narkotika berhasil diamankan, dan puluhan tersangka dijebloskan ke balik jeruji besi.

Namun ironis, keberhasilan ini belum terasa di desa Aek Loba Pekan, yang justru seolah menjadi “karpet merah” bagi para pelaku.

Warga setempat mengaku gelisah karena peredaran narkoba justru tampak bebas tanpa hambatan.

Baca Juga :  Jaringan Narkoba Thailand, 26 Kg Sabu dan 39.650 Ekstasi Disita Polisi di Martubung

Bahkan, beberapa warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa mereka tidak lagi merasa aman.

“Kami takut, peredaran narkoba makin gila. Generasi muda jadi korban,” ujar salah satu warga dengan nada putus asa pada Sabtu (3/8/2025).

Lebih mengherankan lagi, sikap diam dari oknum aparat setempat semakin memperkeruh keadaan.

Nama seorang Kanit IPDA Supangat disebut-sebut memutus komunikasi WhatsApp saat dikonfirmasi oleh wartawan, menambah rentetan tanda tanya besar atas komitmen pemberantasan narkoba di wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat warga Aek Loba menggantungkan harapan mereka pada Ditresnarkoba Polda Sumut.

Baca Juga :  Tarif SIM C di Polres Asahan Tembus Rp550 Ribu, Publik Desak Propam Usut Tuntas!

Mereka yakin, dibawah komando Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, dan dengan kegigihan Dirresnarkoba, tidak akan ada ruang bagi para bandar untuk terus meracuni generasi emas anak bangsa.

“Bisa lari tapi kamu tidak bisa bersembunyi!” bukan hanya peringatan, tapi ini adalah sinyal bahwa siapa pun yang bermain dalam jaringan gelap, tinggal menunggu waktu untuk ditarik ke cahaya hukum.

Kini, yang ditunggu hanya satu: keberanian untuk menyapu bersih, tanpa tebang pilih.

You cannot copy content of this page