Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Nasional

Prabowo Subianto Usulkan Kepala Daerah Dipilih DPRD, Dinilai Lebih Efisien

362
×

Prabowo Subianto Usulkan Kepala Daerah Dipilih DPRD, Dinilai Lebih Efisien

Sebarkan artikel ini

LIVESUMUT.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melempar wacana agar pemilihan kepala daerah, seperti gubernur, bupati, dan wali kota, dilakukan oleh DPRD.

Ia menyebut sistem ini lebih efisien dan tidak memakan biaya besar seperti yang berlaku saat ini.

“Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien, Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih, ya sudah DPRD itulah yang milih gubernur, milih bupati,” kata Prabowo dalam pidatonya di puncak perayaan HUT ke-60 Partai Golkar di Sentul, Kamis (12/12) malam WIB, yang disiarkan di YouTube.

Baca Juga :  Kunker DPD RI ke Toba, OPD Sampaikan Aspirasi Soal UU yang Tumpang Tindih

Menurut Prabowo, anggaran besar yang selama ini digunakan untuk menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) bisa dialokasikan untuk kepentingan lain yang lebih mendesak.

“Efisien, enggak keluar duit kayak kita kaya, uang yang bisa beri makan anak-anak kita, uang yang bisa perbaiki sekolah, bisa perbaiki irigasi,” ucapnya.

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengusulkan agar wacana ini segera diputuskan oleh para ketua umum partai politik yang hadir pada acara tersebut.

“Ini sebetulnya begitu banyak ketum parpol di sini. Sebenarnya kita bisa putuskan malam ini juga, gimana?” imbuhnya.

Baca Juga :  Harga Dexlite dan Pertamina Dex Resmi Turun per 1 Maret 2025, Cek Rinciannya!

Prabowo turut menyoroti mahalnya biaya politik yang harus ditanggung oleh kontestan Pilkada, yang menurutnya terlalu membebani, baik bagi negara maupun peserta.

“Kemungkinan sistem ini terlalu mahal. Betul? Dari wajah yang menang pun saya lihat lesu juga yang menang lesu, apalagi yang kalah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam satu hingga dua hari penyelenggaraan Pilkada, biaya yang dihabiskan bisa mencapai puluhan triliun rupiah.

“Berapa puluh triliun habis dalam satu-dua hari, dari negara maupun dari tokoh-tokoh politik masing-masing,” tambah Prabowo.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto: Pendidikan Berkualitas Butuh Uang, Bukan Omon-Omon! 

Pernyataan Prabowo ini memunculkan berbagai respons, terutama terkait potensi perubahan sistem politik yang sudah berjalan selama dua dekade terakhir di Indonesia.

Advertisement
Advertisement
ADVERTISEMENT

You cannot copy content of this page