Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Peristiwa

Viral Kereta Terlalu Mepet Masuk Terowongan di Jember, KAI Berikan Penjelasan

686
×

Viral Kereta Terlalu Mepet Masuk Terowongan di Jember, KAI Berikan Penjelasan

Sebarkan artikel ini

Jember, LIVESUMUT.com – Sebuah video yang memperlihatkan rangkaian gerbong kereta api tidak bisa melanjutkan perjalanan karena tidak muat saat masuk ke sebuah terowongan di Silo, Jember, menjadi viral di media sosial.

Video berdurasi 2 menit 33 detik itu menunjukkan kondisi gerbong yang sangat mepet dengan dinding terowongan, sehingga kereta harus berjalan sangat pelan.

Dalam video tersebut, terlihat bahwa ukuran gerbong kereta api hampir sebesar terowongan.

Posisi terowongan yang menikung semakin menyulitkan proses masuknya rangkaian gerbong.

Menanggapi peristiwa ini, Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, memberikan penjelasan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Selasa (7/1/2025).

Baca Juga :  Lagi Dokumentasi Tugas, Karyawan PT KAI Disambar Kereta di Pematangsiantar

Rangkaian kereta api dalam video merupakan jenis Stainless Steel New Generation (SSNG) yang tengah menjalani uji coba.

“Kami menyampaikan bahwa pihak KAI sedang melakukan uji coba terkait dengan kereta api baru di daerah Daop 9. Jenis kereta yang berada di dalam video adalah kereta jenis SSNG,” jelas Cahyo, Jumat (10/1/2025).

Cahyo mengakui adanya kendala dalam uji coba tersebut.

Meski kereta dapat memasuki terowongan, bodi gerbong terlalu mepet dengan dinding, sehingga uji coba tidak dapat dilanjutkan.

Baca Juga :  Perkelahian Antar Kelompok Pelajar di Siantar Utara Berakhir Damai dengan Problem Solving

“Uji coba tersebut dimaksud untuk memastikan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” ujarnya.

“Kereta bisa masuk tapi terlalu mepet, saat ini masih dilakukan kajian ulang dan evaluasi,” tambahnya.

Pihak KAI menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan kajian ulang terhadap jenis kereta SSNG untuk memastikan keselamatan operasional di masa mendatang.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page