Humbang Hasundutan, LIVESUMUT.com – Jalan lintas Kabupaten di Kecamatan Sijamapolang Bonandolok mengalami longsor selama tiga minggu terakhir, mengakibatkan hampir setengah badan jalan terputus.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat arus lalu lintas, terutama kendaraan roda enam, yang sangat dibutuhkan untuk distribusi barang dan perekonomian warga.
Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Ibukota Kabupaten Humbang Hasundutan, hanya berjarak 30 menit perjalanan.
Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah setempat maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbahas, meskipun curah hujan yang tinggi terus mengancam memperparah kondisi jalan.
Seorang warga yang bekerja di salah satu perusahaan di kecamatan tersebut mengungkapkan, “Padahal perusahaan sudah memberikan uang Rp10 juta kepada salah satu petinggi di BPBD untuk perbaikan jalan longsor tersebut, tetapi hingga saat ini tidak ada perbaikan. Ini sudah 3 minggu lebih,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Simanullang dari BPBD Humbahas membantah tuduhan tersebut. “Itu tidak betul, Lae. Itu pencemaran nama baik, dan saya sudah menghubungi orang-orang di kantor, semua bilang tidak ada menerima uang,” tegasnya.
Namun, upaya media untuk menghubungi Kepala Pelaksana Lapangan Bencana Alam Humbahas, Benthon, tidak membuahkan hasil.
Bahkan, saat mendatangi kantornya pada Jumat, 14 Februari 2025, Kepala Pelaksana tidak berada di tempat, dan kantor BPBD terlihat kosong meskipun masih pukul 10.00 Wib pagi, hanya ada dua staf yang hadir.
Masyarakat berharap Bupati terpilih, Oloan Nababan, segera mengambil tindakan tegas terhadap SKPD yang diduga lalai dalam menjalankan tugasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Sijamapolang Bonandolok belum memberikan konfirmasi terkait bencana longsor ini.













