Medan, LIVESUMUT.com – Survei terbaru Katadata Insight Center (KIC) memicu perdebatan publik setelah mengungkapkan bahwa 60% pendapatan kelas menengah Indonesia habis untuk kebutuhan pokok dan pembayaran cicilan.
Dalam survei bertajuk “Kelas Menengah Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi”, KIC mencatat bahwa 41% pendapatan bulanan dialokasikan untuk kebutuhan pokok dan 18,1% untuk cicilan.
Namun, hasil survei ini menuai respons skeptis dari netizen. “Jujur saya tidak setuju karena selama ini habis untuk kebutuhan pokok dan ditabung (uangnya buat beli tabung LPG), mana ngantri lagi,” ujar salah satu netizen.
“Survei macam apa? Biaya hidup lebih 20 ribu sudah termasuk bebas dari miskin, padahal gaji UMR saja untuk biaya hidup berat,” tambah netizen lainnya.
Seorang netizen juga menuliskan, “Lho, kok beda sama data BPS,” disertai emoji tertawa.
Sementara itu, netizen lain berkomentar, “Semua lembaga sekarang berlomba-lomba meng-input data melalui survei, bukan realitas yang terjadi di lapangan. Apa mungkin karena presidennya sesuai hasil survei ya.”
Di sisi lain, data Survei Sosial Ekonomi Nasional menunjukkan tren kenaikan pengeluaran rumah tangga selama satu dekade terakhir.
Pengeluaran untuk makanan naik dari 20,22% pada 2014 menjadi 22,3% pada 2023, sementara pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga meningkat dari 11,4% menjadi 16,2%. Sebaliknya, pengeluaran untuk barang tahan lama menurun dari 4,8% menjadi 2,9%.
“Penurunan pengeluaran untuk kebutuhan nonprimer atau investasi menjadi indikasi adanya tekanan ekonomi yang dirasakan kelas menengah. Daya beli mereka terlihat menurun di tengah ketidakpastian ekonomi,” demikian analisis KIC.
Survei ini dilakukan secara online terhadap 472 responden berusia 17-59 tahun di 10 kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Denpasar, Makassar, Banjarmasin, dan Jayapura, dengan margin of error sebesar 4,6%.
Hasil lengkap survei Katadata Insight Center akan dipaparkan dalam Indonesia Data and Economic (IDE) Conference di Hotel St. Regis, Jakarta, pada Selasa, 18 Februari 2025.







