Scroll untuk baca artikel
DaerahPendidikan

26 Tahun Perjalanan Kabupaten Toba: Dari Pemekaran hingga Perubahan Nama, Ini Sejarahnya!

556
×

26 Tahun Perjalanan Kabupaten Toba: Dari Pemekaran hingga Perubahan Nama, Ini Sejarahnya!

Sebarkan artikel ini

Toba, LIVESUMUT.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Toba, DPRD Toba menggelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Toba pada Senin, 10 Maret 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Drs. Augus Sitorus, membacakan sejarah dan perjalanan panjang Kabupaten Toba sejak awal pembentukannya.

Sejarah Kabupaten Toba bermula dari upaya pemekaran Kabupaten Toba Samosir dari Kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Utara. Pengusulan pemekaran ini pertama kali diajukan secara resmi pada tahun 1992 oleh Bupati Tapanuli Utara saat itu, Lundu Panjaitan.

Proses ini dipimpin oleh Drs. Sahala Tampubolon sebagai Ketua Panitia Pemekaran, dengan Drs. R.E. Nainggolan sebagai Wakil Ketua, Drs. Mangantar Manurung sebagai Sekretaris, dan Drs. Yasmin Siregar sebagai Bendahara.

Baca Juga :  Polisi Jaga Keamanan Pengunjung di Taman Hewan Pematangsiantar

Setelah enam tahun perjuangan, Kabupaten Toba Samosir akhirnya resmi terbentuk melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 dan diresmikan pada 9 Maret 1999 oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden.

Drs. Sahala Tampubolon ditunjuk sebagai Penjabat Bupati pertama, menandai babak baru dalam perjalanan pemerintahan daerah ini.

Kemudian, pada 7 Januari 2004, Kabupaten Samosir mekar dari Kabupaten Toba Samosir berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003.

Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Toba mengusulkan perubahan nama dari Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba.

Baca Juga :  Apel Pertama 2025, Kajati Sumut Ajak Jajaran Awali Kinerja dengan Semangat Baru dan Profesionalisme Tinggi

Perubahan ini akhirnya resmi berlaku dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2020 pada 24 Februari 2020.

Sejak awal berdiri hingga kini, Kabupaten Toba telah dipimpin oleh berbagai tokoh sebagai kepala daerah, di antaranya Drs. Sahala Tampubolon, Drs. Monang Sitorus, Drs. Pandapotan Kasmin Simanjuntak, hingga Ir. Poltak Sitorus.

Selain itu, lembaga legislatif daerah juga mengalami berbagai perubahan kepemimpinan, dari Drh. Unggul Siahaan pada tahun 1999 hingga Franshendrik Tambunan yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Toba periode 2024-2029.

Baca Juga :  Pasca Banjir Serbelawan, Pemkab Simalungun Gelar “Operasi Serbu Lumpur” Bersama Warga dan Forkopimca

Sekda Kabupaten Toba, Drs. Augus Sitorus, dalam pidatonya menyampaikan permohonan maaf jika terdapat peristiwa sejarah yang belum tercatat dalam dokumen yang dibacakan.

“Hari ini kita bersama-sama mengenang perjalanan panjang Kabupaten Toba. Semoga momentum ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ungkap Augus Sitorus di hadapan para anggota DPRD dan tamu undangan.

Dengan refleksi sejarah ini, diharapkan Kabupaten Toba terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

You cannot copy content of this page