Scroll untuk baca artikel
Daerah

Polda Aceh Panen 24,5 Ton Jagung di Aceh Jaya

340
×

Polda Aceh Panen 24,5 Ton Jagung di Aceh Jaya

Sebarkan artikel ini

Calang, LIVESUMUT.com | Polda Aceh kembali mencatat capaian penting dalam program ketahanan pangan nasional.

Pada Kuartal III tahun 2025, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memimpin panen raya jagung serentak se-Indonesia melalui virtual bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kegiatan secara nasional dipusatkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, sementara di Aceh berlangsung di Desa Pulo Tinggi, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (27/9/2025).

“Pada pelaksanaan kuartal ketiga ini, panen raya jagung Polda Aceh dipusatkan di Aceh Jaya, dengan lahan seluas 5 hektar dan menghasilkan 24,5 ton,” kata Kapolda Marzuki usai kegiatan panen.

Ia menambahkan, secara total luas lahan jagung yang dipanen di seluruh jajaran Polda Aceh pada Kuartal III mencapai 72,12 hektare dengan estimasi produksi 353,38 ton.

Baca Juga :  PT KINRA Santuni Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa di KEK Sei Mangkei

Hasil tersebut, menurutnya, diharapkan dapat mendukung program Asta Cita Presiden tentang swasembada pangan.

Kapolda juga memaparkan tren positif capaian panen jagung Polda Aceh sepanjang tahun ini.

Pada Kuartal I produksi mencapai 146,39 ton, meningkat signifikan di Kuartal II dengan 433,8 ton, dan kini kembali menorehkan hasil menggembirakan pada Kuartal III.

Meski capaian panen terus meningkat, Kapolda mengakui serapan jagung oleh Bulog di Aceh masih rendah.

Hingga 25 September 2025, serapan baru mencapai 41,06 ton atau 3,88 persen dari target 5.000 ton.

Rinciannya antara lain: Polres Pidie 1,74 ton, Pidie Jaya 7,5 ton, Aceh Utara 4,96 ton, dan Aceh Tenggara 26,8 ton.

Baca Juga :  Polda Aceh Dukung Pembentukan WPR untuk Hentikan Tambang Ilegal

“Kami optimistis lahan jagung di Aceh Tenggara seluas 1.471 hektare akan menopang pencapaian target serapan 5.000 ton sepanjang 2025. Panen jagung ini juga menjadi momentum penting sebagai penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Aceh,” tegasnya.

Namun, beberapa kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan mesin pengering (dryer) milik Bulog, kualitas panen yang belum sesuai standar, serta kecenderungan petani menjual hasil ke agen karena lebih praktis dan menguntungkan.

Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menilai panen raya kali ini sebagai pencapaian bersejarah bagi masyarakat.

“Panen raya ini bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata keberhasilan masyarakat dalam mengelola potensi lahan pertanian secara optimal. Kita patut berbangga karena Gampong Pulo Tinggi telah mengembangkan tanaman jagung dengan luas tanam mencapai 25 hektar. Dan pada hari ini, kita memulai panen perdana dari lahan seluas 5 hektar,” ujarnya.

Baca Juga :  Panen Jagung Mei Mendatang, Polres Samosir Pantau Dua Lokasi Strategis

Menurutnya, hasil panen tersebut lahir dari kerja keras petani, kekompakan kelompok tani, serta pendampingan konsisten para penyuluh lapangan.

“Semoga keberhasilan panen hari ini menjadi penyemangat untuk musim tanam berikutnya dan membawa keberkahan bagi keluarga, desa, serta masyarakat Aceh Jaya secara menyeluruh,” tutup Bupati.

Dengan capaian ini, Aceh Jaya tidak hanya mencatatkan diri sebagai pusat panen raya jagung di Aceh, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

You cannot copy content of this page