Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Jurnalis Diduga Dianiaya dan Diancam Saat Bertugas, Kades Pegagan Julu VI Dilaporkan Dugaan Pelanggaran UU Pers

522
×

Jurnalis Diduga Dianiaya dan Diancam Saat Bertugas, Kades Pegagan Julu VI Dilaporkan Dugaan Pelanggaran UU Pers

Sebarkan artikel ini

Dairi, LIVESUMUT.com — Insiden dugaan kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Desa Pegagan Julu VI, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Dua jurnalis, Bangun MT Manalu dan Abednego P.I. Manalu, menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Pegagan Julu VI, Edward Sorianto Sihombing, saat menjalankan tugas jurnalistik pada 4 September 2025.

Peristiwa bermula ketika tim wartawan hendak melakukan konfirmasi terkait pengelolaan dana desa Tahun Anggaran 2023/2024 di kantor desa.

Namun, Kepala Desa diduga bersikap emosional, mengeluarkan kata-kata kasar, dan akhirnya diduga melakukan tindakan kekerasan.

Baca Juga :  Beli dari Siantar, Pria Ini Ditangkap Intelrem Saat Edarkan Sabu di Simalungun

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Dairi. Proses hukum kini sudah dalam penyidikan dan telah digelar perkara,” ujar Bangun MT Manalu, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC SPRI Taput dan Ketua Bidang Sertifikasi Kompetensi Wartawan DPD SPRI Sumut, pada Sabtu (4/10/2025).

Korban bersama kuasa hukumnya, Aleng Simanjuntak, SH, kemudian melaporkan kembali kasus tersebut pada 4 Oktober 2025 dengan Nomor: STTLP/B/395/X/2025/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMUT, sebagai tindak lanjut dari laporan sebelumnya.

“Peristiwa ini bukan sekadar penganiayaan, tapi juga bentuk penghalangan tugas jurnalistik sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas Aleng Simanjuntak.

Baca Juga :  Suami Sadis Sayat Wajah Istri di Siantar, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi

Ia mendesak Polres Dairi agar menindaklanjuti kasus ini secara serius.

“Wartawan dilindungi undang-undang. Tindakan kekerasan terhadap mereka tidak bisa ditolerir,” tambahnya.

Kasus ini memicu reaksi keras dari komunitas jurnalis di berbagai daerah yang mengecam keras tindakan kekerasan terhadap pers.

You cannot copy content of this page