Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Tawuran Maut Antar Gemot di Jalan Padang Medan, Dapid Nainggolan Jadi Korban Salah Sasaran

370
×

Tawuran Maut Antar Gemot di Jalan Padang Medan, Dapid Nainggolan Jadi Korban Salah Sasaran

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Aksi tawuran antar kelompok geng motor alias gemot kembali menelan korban jiwa. Seorang pemuda bernama Dapid Martua Nainggolan (26) tewas bersimbah darah setelah ditikam dan dibacok di Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung, Senin (13/10/2025) dini hari.

Korban yang diketahui tidak terlibat geng motor manapun, diduga jadi korban salah sasaran. Ia saat itu hanya sedang mencari pakan untuk ternaknya.

Tim gabungan dari Resmob dan Jatanras Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari sehari, dua pelaku berinisial P dan H yang masih di bawah umur berhasil dibekuk di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung.

Tak berhenti di situ, hasil pengembangan membawa petugas ke pelaku utama berinisial R (19), yang sempat kabur ke Tangerang, Banten. R berhasil ditangkap pada Kamis (16/10/2025).

Baca Juga :  Sat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Ringkus Residivis Sabu di Jalan Singosari

Kapolrestabes Medan, KBP Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan peristiwa berdarah ini bermula dari perang antar kelompok geng motor yang kerap nongkrong di pinggiran rel kereta api Jalan Padang.

“Awalnya tersangka ini ada kelompoknya. Gemot (geng motor) mereka namanya K3 (Kriminal Khusus Kecil) sama TGM (Tongkrongan Geroja Medan). Mereka berkomunikasi dengan kelompok pemuda di Mandala, mereka menyampaikan akan tawuran,” ujar Calvijn dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Sabtu (25/10/2025).

Pertemuan dua kelompok ini berakhir ricuh. Sejumlah senjata tajam seperti parang dan samurai digunakan dalam penyerangan.

“Kita tangkap dua tersangka tempo di bawah 24 jam. Ironisnya dua tersangka adalah anak di bawah umur. Satu pelaku lainnya yang menjadi pelaku utama menyabet korban lalu kabur ke Tangerang. Tim kemudian berhasil meringkusnya bersama barang bukti lima senjata tajam,” tambah Calvijn.

Baca Juga :  Tawuran Nyaris Pecah di Simpang Rambung Merah Siantar, Polisi Amankan 4 Remaja

Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyebutkan bahwa total ada tujuh pelaku yang terlibat dalam tawuran ini. Mereka sering berkumpul di pinggiran rel kereta api Jalan Padang.

“Dari pelaku ada tujuh orang, mereka sering berkumpul di Jalan Padang, ribut di rel. Ribut antara kelompok TGM dan K3. Mereka sering berkonflik dengan anak muda di Jalan Padang, sehingga beberapa kali terjadi penyerangan,” jelas Bayu.

Dari hasil penyelidikan, diketahui korban Dapid Nainggolan sama sekali tidak terlibat. Ia hanya lewat di lokasi saat tawuran berlangsung.

“Informasi dari penyelidikan, dia (korban) mencari makan babi. Dia keluar sama dua orang lainnya. Kemudian atas nama Berry ini mengetahui komplotan berada di jalan kemudian lari, gak tahu permasalahan baru (korban) dihajar,” ungkap Bayu.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Belawan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Empat Pelaku Diamankan

Akibatnya, Dapid yang tidak tahu-menahu langsung jadi sasaran bacokan.

“Hasil autopsi benar ada luka di rongga, patah tulang, kantong jantung bocor, ini yang menyebabkan meninggal. Dia warga di Jalan Padang, tak terafiliasi dengan gemot manapun,” pungkas Bayu.

Sementara itu, pelaku utama berinisial R mengaku ketakutan setelah mengetahui korban tewas akibat sabetannya.

“Saya lari ke Tangerang. Takut, makanya lari,” ucap R singkat saat diamankan polisi.

Sebelumnya, warga sempat geger saat menemukan seorang pemuda tergeletak bersimbah darah di pinggir Jalan Padang dekat rel kereta api, sekitar pukul 03.30 WIB. Meski sempat dilarikan ke klinik terdekat, nyawa korban tak tertolong.

Kini, polisi masih memburu empat pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tawuran maut tersebut.

You cannot copy content of this page