Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Daerah

434 KK Korban Bencana di Tapanuli Utara Terima Bantuan Jadup Rp2,16 Miliar

217
×

434 KK Korban Bencana di Tapanuli Utara Terima Bantuan Jadup Rp2,16 Miliar

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Proses penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia Cabang Tarutung yang dipimpin Executive Manager Kantor Pos Tarutung, Naumi Matondang pada Kamis (6/3/2026) di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara.

Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – Sebanyak 434 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.600 jiwa yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 di Kabupaten Tapanuli Utara menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/3/2026) di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara. Setiap jiwa menerima bantuan sebesar Rp1.350.000, dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2.160.000.000, bersumber dari Kementerian Sosial RI.

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👇!

Proses penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia Cabang Tarutung yang dipimpin Executive Manager Kantor Pos Tarutung, Naumi Matondang, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat terdampak.

Bupati Tapanuli Utara menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama masa pemulihan pascabencana.

“Bencana memang meninggalkan kesulitan bagi masyarakat. Namun dengan kebersamaan dan kepedulian, kita yakin masyarakat Tapanuli Utara mampu bangkit kembali,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Presiden RI Lantik Dr. Jonius T.P. Hutabarat dan Dr. Deni P. Lumbantoruan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara 2025-2030

Ia juga meminta camat, kepala desa, serta perangkat pemerintah di tingkat kecamatan dan desa untuk terus mendampingi masyarakat terdampak agar proses pemulihan berjalan dengan baik.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dengan menjaga lingkungan serta memperkuat upaya mitigasi.

“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya persatuan dan gotong royong agar kita bisa melewati masa sulit dan bangkit bersama,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page