Scroll untuk baca artikel
Daerah

Rp200 Miliar Digelontorkan, Pemulihan Sungai di Tapanuli Utara Dikebut

411
×

Rp200 Miliar Digelontorkan, Pemulihan Sungai di Tapanuli Utara Dikebut

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terus mengakselerasi pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp200 miliar, perbaikan dan pengamanan sungai-sungai terdampak bencana kini menjadi prioritas utama guna memulihkan kehidupan masyarakat dan mencegah bencana serupa terulang.

Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si., bersama pimpinan perangkat daerah teknis, menyampaikan langsung usulan penanganan jaringan irigasi dan sungai kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan. Pertemuan berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Taput, Selasa (6/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jonius menegaskan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Setelah pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak mulai berjalan, fokus pemerintah daerah kini diarahkan pada penanganan sungai yang menjadi sumber kehidupan sekaligus terdampak langsung bencana.

Baca Juga :  Polres Humbahas Kerahkan 150 Personel Amankan Kunjungan Menteri ke Humbahas

“Beberapa sungai prioritas yang harus segera ditangani antara lain Sungai Aek Sigeaon, Aek Haidupan, Batang Toru, Siandurian, dan Aek Sarulla. Sungai-sungai ini memiliki peran vital bagi masyarakat, baik untuk pertanian, ekonomi, maupun kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati.

Selain itu, Pemkab Taput juga mengusulkan perbaikan dan pengamanan air baku untuk menjamin ketersediaan air minum masyarakat, khususnya di wilayah Pahae dan Adian Koting. Menurut Bupati, penyamaan persepsi serta validasi data bersama Kementerian PU dan BBWS menjadi kunci agar penanganan berjalan tepat sasaran.

Baca Juga :  Mobil Dinas Mewah Bea Cukai Diduga Tunggak Pajak, Publik Bereaksi

“Melalui diskusi bersama Kepala Balai dan tim, termasuk Inspektorat Kementerian PU, kita telah menyepakati data yang sama sebagai dasar langkah ke depan. Pemerintah ingin memastikan penanganan dilakukan cepat, tepat, dan akuntabel, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Jonius juga menyampaikan bahwa rencana penanganan sungai-sungai terdampak tersebut didukung anggaran sekitar Rp200 miliar, yang akan difokuskan pada perbaikan alur dan pengamanan sungai. Ia berharap upaya ini dapat berjalan lancar dan mampu meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Feriyanto Pawenrusi menjelaskan bahwa penanganan pascabencana saat ini masih berada dalam masa tanggap darurat yang akan dilanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon). Tahap rehab-rekon diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua tahun, sementara tanggap darurat membutuhkan penanganan cepat dalam kurun tiga hingga enam bulan.

Baca Juga :  Update Bencana Taput: 34 Meninggal, 14 Hilang, Tim Terobos Desa Terisolir

“Penanganan sungai tidak bisa instan karena panjang alur sungai dan kompleksitas permasalahan di lapangan. Lima sungai yang disampaikan Bupati menjadi prioritas utama dan akan segera kami tangani,” jelas Feriyanto.

Melalui sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan Kementerian PU, diharapkan pemulihan pascabencana hidrometeorologi dapat berjalan optimal, sehingga aktivitas sosial, ekonomi, dan pertanian masyarakat Taput kembali pulih secara berkelanjutan.

You cannot copy content of this page