Scroll untuk baca artikel
Internasional

The Bulletin of the Atomic Scientists: Jam Kiamat Ditetapkan pada 89 Detik Menuju Tengah Malam

285
×

The Bulletin of the Atomic Scientists: Jam Kiamat Ditetapkan pada 89 Detik Menuju Tengah Malam

Sebarkan artikel ini

Washington DC, LIVESUMUT.com – The Bulletin of the Atomic Scientists kembali mengumumkan di website resminya yaitu pembaruan waktu pada Jam Kiamat (Doomsday Clock) untuk tahun 2025, yang kini ditetapkan pada 89 detik menuju tengah malam—posisi paling dekat dengan kepunahan manusia dalam sejarah, Selasa (28/01/2025).

Keputusan ini mencerminkan ketidakstabilan global yang mendalam, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta berbagai ancaman eksistensial lainnya yang semakin parah.

Juan Manuel Santos, Ketua The Elders, mantan Presiden Kolombia, dan penerima Nobel Perdamaian, yang turut berpartisipasi dalam pengumuman ini, menyampaikan seruan mendesak kepada para pemimpin dunia.

“Jam Kiamat terus bergerak di tengah ketidakstabilan global yang semakin serius. Ketika jarumnya semakin mendekati tengah malam, kami mengajukan permohonan penuh semangat kepada semua pemimpin: sekarang adalah waktunya untuk bertindak bersama! Ancaman eksistensial yang kita hadapi hanya dapat ditangani melalui kepemimpinan yang berani dan kemitraan global.

Baca Juga :  Hasil Piala AFF 2024 : Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Vietnam

Ancaman Global: Perubahan Iklim, Penyakit Menular, dan Teknologi Berisiko

Selain risiko nuklir dan konflik geopolitik, perubahan iklim terus menjadi faktor utama yang mendorong kondisi dunia ke arah krisis.

Emisi gas rumah kaca global terus meningkat, sementara investasi untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil masih jauh di bawah level yang dibutuhkan untuk mencegah dampak terburuk.

Sementara itu, Suzet McKinney, DrPH, anggota SASB Bulletin of the Atomic Scientists dan Direktur Life Sciences di Sterling Bay, menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh penyakit menular serta perkembangan teknologi di bidang biologi.

Baca Juga :  From London, President Prabowo Leads Virtual Meeting on Indonesia’s Forest Enforcement

“Penyakit menular adalah ancaman konstan bagi umat manusia. Sayangnya, pengalaman kolektif dengan COVID-19 justru meningkatkan skeptisisme terhadap rekomendasi otoritas kesehatan, termasuk penggunaan langkah-langkah medis untuk mengendalikan penyebaran penyakit. Kekhawatiran juga meningkat terhadap proliferasi laboratorium patogen di seluruh dunia serta potensi penyalahgunaan AI dalam penelitian dan pengembangan biologis. Para pemimpin harus memastikan adanya otoritas yang terpercaya, meningkatkan pelaporan perubahan pola penyakit akibat perubahan iklim, mengurangi jumlah laboratorium dengan tingkat keamanan tinggi, dan menghentikan program senjata biologis yang aktif.”

Tentang Jam Kiamat dan Bulletin of the Atomic Scientists

Bulletin of the Atomic Scientists didirikan pada tahun 1945 oleh ilmuwan terkemuka, termasuk Albert Einstein dan J. Robert Oppenheimer, yang terlibat dalam Proyek Manhattan—program pengembangan senjata nuklir pertama di dunia.

Baca Juga :  Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba, Berpulang: Humbahas Kehilangan Putra Terbaiknya

Dua tahun kemudian, mereka menciptakan Jam Kiamat sebagai simbol ancaman buatan manusia terhadap keberlangsungan hidup umat manusia dan planet ini.

Kini, Jam Kiamat menjadi indikator yang diakui secara global mengenai kerentanan dunia terhadap bencana besar.

Dengan jarum yang semakin dekat ke tengah malam, dunia menghadapi peringatan serius: waktunya hampir habis, dan tindakan nyata harus segera diambil.

You cannot copy content of this page