Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com | Tiang dan kabel listrik di area ladang warga Desa Aekraja, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menuai keluhan dari masyarakat.
Kondisi jaringan listrik yang dinilai membahayakan keselamatan warga itu terungkap dari laporan warga dan hasil investigasi langsung awak media di lapangan.
Salah seorang warga sekaligus pemilik ladang, Wadi Manalu, mengungkapkan keresahannya kepada media.
Ia menyoroti kondisi pohon pinus yang sudah tidak layak berdiri namun dibiarkan menjadi sandaran kabel listrik, serta jarak kabel transmisi ke tanah yang menurutnya tidak sesuai prosedur keselamatan.
“Pohon yang tidak layak lagi berdiri di tengah kabel listrik saluran transmisi dan jarak kabel transmisi ke tanah,” ujarnya pada Kamis (10/7/2025).
Wadi meminta pihak terkait segera melakukan evaluasi dan tindakan nyata, seperti memotong pohon pinus yang tak layak sebagai sandaran kabel, memperbaiki jarak kabel ke tanah, serta memastikan tiang-tiang listrik dilengkapi kabel pengikat agar aman.
“Karena saya takut dengan kabel transmisi tersebut saat saya bekerja di ladang saya, karena hal itu tidak wajar menurut saya,” tambahnya penuh harap.
Warga Aekraja berharap pihak terkait segera turun tangan menangani persoalan ini demi keselamatan dan kenyamanan warga yang beraktivitas setiap hari di sekitar jaringan listrik tersebut.
Saat dikonfirmasi LIVESUMUT.com pada Kamis malam (10/7/2025), Manager PLN Rayon Tarutung, Jefri Manik, menanggapi laporan warga tersebut.
Ia menyatakan pihaknya siap memperbaiki jika jaringan itu memang milik PLN.
“Jika itu tiang dan kabel listrik PLN akan segera kita perbaiki, tapi siapa tahu punya Pemkab,” jelasnya.
Hingga kini, warga berharap ada tindak lanjut cepat, baik dari PLN maupun pemerintah daerah, untuk memastikan jaringan listrik di Aekraja aman bagi masyarakat.













