Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Mengaku Diusir Orangtua, Anak di Bawah Umur Gendong Bayi Kebingungan di Halte Ramayana Siantar

533
×

Mengaku Diusir Orangtua, Anak di Bawah Umur Gendong Bayi Kebingungan di Halte Ramayana Siantar

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar, LIVESUMUT.com | Warga yang melintas di sekitar halte depan Ramayana, Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar, sempat dibuat gempar pada Selasa (2/9/2025) sore, sekira pukul 17.50 WIB.

Seorang anak perempuan berusia 15 tahun terlihat kebingungan sambil menggendong bayi berusia 9 bulan.

Laporan tersebut segera masuk ke Call Center 110 Polres Pematangsiantar.

Operator lalu meneruskan informasi itu ke Polsek Siantar Timur untuk ditindaklanjuti.

Tak menunggu lama, Bhabinkamtibmas Kelurahan Siopat Suhu AIPDA V.R.S. Garingging ST bersama Piket Unit Samapta Brigadir Chalres Nainggolan langsung bergerak ke lokasi.

Baca Juga :  Dukung Program MBG, Kapolsek Siantar Timur Hadiri Launching Dapur SPPG Merdeka Mayang Sari Sejahtera

Setiba di halte, keduanya menemukan remaja berinisial Z (15) menggendong seorang bayi yang diakui sebagai anak kandungnya.

Saat dimintai keterangan, Z mengaku baru saja diusir dari rumah orangtuanya di kawasan Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara.

Ia pun kebingungan harus pergi ke mana.

Mengetahui hal itu, petugas dengan penuh kesabaran membawa Z bersama bayinya ke Polsek Siantar Utara.

Dari sana, bersama personel piket, mereka menghantarkan Z kembali ke rumah orangtuanya untuk mendapatkan pendampingan keluarga.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui PS. Kasi Humas IPTU Agustina Triyadewi menyampaikan, polisi tak hanya mengamankan, tetapi juga memberikan himbauan kepada orangtua Z.

Baca Juga :  Liburan Berujung Duka, Anak 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Tao Toba Sipinsur

“Anak di bawah umur beserta bayinya itu sudah diantarkan kepada orangtuanya dan diberikan himbauan. Kami tetap menghimbau kepada masyarakat agar menghubungi Call Center 110 Polres Pematangsiantar apabila mengalami maupun mengetahui terjadinya gangguan kamtibmas sehingga langsung ditindaklanjuti,” ujar IPTU Agustina.

Dalam kesempatan itu, AIPDA V.R.S. Garingging juga menekankan pentingnya pengawasan orangtua, terlebih bagi anak yang masih di bawah umur, agar tidak kembali terulang hal serupa.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Unit Samapta Polsek Siantar Timur ini sekaligus menjadi bukti nyata peran Polri dalam menjaga kamtibmas yang kondusif, responsif, dan humanis di tengah masyarakat.

You cannot copy content of this page