Deliserdang, LIVESUMUT.com – Sudah 10 hari berlalu sejak bencana banjir dahsyat melanda Desa Marindal, Kecamatan Patumbak , Kabupaten Deliserdang, pada 27 November 2024, namun luka dan kerugian yang dirasakan warga masih terasa nyata.
Hingga kini warga masih belum bisa Kembali menempati rumah kediaman mereka.
Dalam beberapa jam, hujan deras yang tak kunjung reda memaksa Sungai Marindal meluap, menghantam tanggul, dan menggenangi sekitar 300 rumah di kawasan Jalan Pelajar Ujung.
Air naik begitu cepat, mencapai ketinggian hingga 3 meter bahkan hingga ke atap rumah, membuat ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal.
“Banjir ini menghancurkan semuanya. Kami bahkan tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumah,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Beberapa rumah sepenuhnya tenggelam, sementara yang lain menyisakan kerusakan besar. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Indikasi Penyebab
Tanggul yang rusak dan sistem drainase yang buruk menjadi akar masalah.
Dampaknya semakin parah dengan lambatnya pengaliran air di beberapa area.
Tim gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah setempat bergerak cepat, mengevakuasi korban dan memberikan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Namun, genangan lumpur di beberapa titik masih menyulitkan warga dan petugas dalam proses pemulihan.
Harapan Warga
Di tengah keterpurukan, warga Marindal bersuara lantang meminta solusi konkret.
“Kami khawatir hujan berikutnya akan membawa bencana serupa. Pemerintah harus segera memperbaiki tanggul yang rusak dan memperbaiki sistem drainase,” tegas seorang warga.
Banjir ini bukan sekadar bencana alam, tetapi juga pengingat akan pentingnya kesiapan infrastruktur dan manajemen bencana yang efektif.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, harapan untuk pemulihan dan pencegahan bencana serupa tetap ada.













