Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

LBH GRIB Jaya Kota Medan: Polres Pelabuhan Belawan Tidak Netral Tangani Kasus Bentrokan

315
×

LBH GRIB Jaya Kota Medan: Polres Pelabuhan Belawan Tidak Netral Tangani Kasus Bentrokan

Sebarkan artikel ini

Belawan, LIVESUMUT.com– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GRIB Jaya Kota Medan menilai Polres Pelabuhan Belawan tidak netral dalam menangani kasus bentrokan yang melibatkan ormas GRIB Jaya dan PP di Belawan.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (8/1/2025), terkait penahanan anggota GRIB Jaya.

Direktur LBH GRIB Jaya Kota Medan, Dwi Sinaga, S.H., bersama Wakil Direktur, Desman Sitorus, S.H., hadir untuk memberikan pendampingan hukum kepada anggota GRIB yang ditahan.

“Terhadap teman kita yang ditahan di Polres Belawan, kehadiran kami adalah untuk menyatakan bahwa LBH GRIB akan tetap mendampingi proses hukum yang berlangsung,” ujar Dwi Sinaga.

Baca Juga :  SONIC Medan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sumut dan Aceh dalam Rangka Anniversary ke-5

Dwi menjelaskan, bentrokan yang terjadi berawal dari aksi penurunan paksa spanduk dan baliho ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru milik GRIB Jaya Kota Medan oleh ormas PP.

Ia menyayangkan pihak kepolisian hanya fokus pada akibat bentrokan tanpa mendalami penyebab utamanya.

“Polisi seharusnya mendalami penyebabnya, bukan hanya perbuatannya,” tegasnya.

 

Kritik terhadap Polres Pelabuhan Belawan

Dwi juga menyebutkan bahwa bentrokan tersebut terjadi menjelang kunjungan Wakil Presiden Gibran ke Belawan, yang menurutnya menunjukkan kegagalan Kapolres dalam menjaga keamanan.

“Kejadian ini seperti menjadi hadiah atas kunjungan Wapres RI. Kapolres dinilai gagal dalam menjaga situasi, padahal undang-undang telah mengatur kebebasan berorganisasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kominfo Medan Digugat di KIP, Diduga Tutupi Data Kerja Sama dengan Media

Ia menambahkan bahwa LBH GRIB telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumut karena laporan mereka sebelumnya di Polres Belawan tidak mendapat tanggapan.

 

Aktor Intelektual Diduga Terlibat

Dwi juga menuding adanya aktor intelektual di balik bentrokan tersebut.

Menurutnya, ada bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan adanya perintah dari sekretaris ormas untuk memprovokasi.

“Kami menduga ada keterlibatan oknum anggota dewan dalam peristiwa ini. Jika pihak kepolisian bersikap netral, seharusnya hal ini bisa ditelusuri,” ujar Dwi.

 

Harapan untuk Mediasi

LBH GRIB berharap agar Polres Pelabuhan Belawan mengambil langkah bijak dengan mengupayakan mediasi untuk menyelesaikan konflik ini.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Marelan, Dua Pengedar Ditangkap

“Kami meminta pihak Polres mengambil tindakan tegas terhadap ormas-ormas yang bersikap provokatif agar masalah ini tidak terus berulang,” tegasnya.

Sementara itu, istri salah satu anggota GRIB yang ditahan, Feryanti Lubis, menyampaikan harapannya agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik, mengingat suaminya adalah tulang punggung keluarga mereka.

“Kami hanya ingin suami kami kembali ke rumah untuk keluarga, apalagi anak-anak kami masih kecil,” ujarnya dengan penuh haru.

LBH GRIB Jaya menegaskan akan terus mendampingi anggotanya hingga proses hukum selesai dan berharap ada keadilan dalam penyelesaian kasus ini.

You cannot copy content of this page