Scroll untuk baca artikel
Daerah

Keterlambatan Pendaftaran SNBP, Kepala Sekolah SMAN 1 Namorambe Diduga Lalai dan Didesak Mundur

663
×

Keterlambatan Pendaftaran SNBP, Kepala Sekolah SMAN 1 Namorambe Diduga Lalai dan Didesak Mundur

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang, LIVESUMUT.com – Kepala Sekolah SMAN 1 Namorambe, Anna Simanjuntak, S.Pd, MM, kembali menjadi sorotan publik setelah diduga terlambat mendaftarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) siswa ke Dinas Pendidikan.

Akibatnya, banyak siswa yang merasa dirugikan karena terhambat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

SNBP merupakan jalur penerimaan siswa berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik.

Sebagai kepala sekolah, Anna Simanjuntak seharusnya bertanggung jawab memastikan seluruh data siswa yang memenuhi syarat diinput dan didaftarkan tepat waktu.

Namun, hingga batas waktu pendaftaran, data siswa SMAN 1 Namorambe tidak dikirimkan, menyebabkan pendaftaran mereka dibatalkan.

Situasi ini memicu kemarahan siswa dan orang tua. Seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

Baca Juga :  Berantas Narkoba di Pancur Batu, Polda Sumut Dapat Apresiasi Warga

“Bang, sekolah kami gak ada SNBP dibuat kepsek. Banyak kawan sampai nangis. Kami udah sempat milih jurusan tapi lama kali data kami diinput. Gak dikirim kepala sekolah, bang. Ini orang tua kami mau demo lagi. Waktu kami mau masuk ke kantor, HP kami ditahan biar gak ada yang ngerekam,” ujar siswa tersebut, Selasa (4/2/2025).

Siswa lain menambahkan, “Kami pun heran, bang. Padahal kami semua sudah lengkap mengumpulkan data ke pihak sekolah, tapi tiba-tiba dapat kabar kalau SNBP kami dibatalkan semua. Sedih kami, bang. Udah bolak-balik kami demo masalah KIP yang gak semua disalurkan ke siswa. Ini pun kami mau demo lagi karena SNBP kami dibatalkan.”

Baca Juga :  Detik-Detik Proklamasi di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar, Paskibraka Lega Tuntaskan Tugas

Kemarahan orang tua juga semakin memuncak, dengan rencana aksi protes di depan sekolah dan Dinas Pendidikan.

Kasus ini bukan kali pertama Anna Simanjuntak tersandung masalah.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi sorotan karena dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Beberapa siswa menuding Anna meminta kartu ATM siswa untuk mencairkan dana bantuan tersebut, lalu mengklaimnya sebagai miliknya pribadi.

Seorang siswa mengungkapkan, “Kami dulu sudah demo masalah KIP, karena gak semua disalurkan ke siswa. Banyak yang gak dapat haknya. Tapi waktu itu gak ada tindakan tegas ke kepsek.”

Program Indonesia Pintar (PIP) sendiri bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah.

Baca Juga :  Usai Viral Minta Tolong, Kini Menyalahkan Media, JMSI Tabagsel Siapkan Somasi Buat Sueb Gultom

Namun, dugaan penyelewengan dana ini membuat banyak siswa kehilangan haknya.

Bukan hanya siswa dan orang tua, para guru di SMAN 1 Namorambe juga pernah melakukan aksi protes terhadap kepemimpinan Anna Simanjuntak.

“Dulu kami para guru pernah demo, bang. Kami protes karena Kepala Sekolah kesannya arogan kali. Dikit-dikit ancamannya selalu mau mecat kami. Kami pun jadi kurang nyaman mengajar di SMAN 1 Namorambe ini,” ungkap seorang guru.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait keterlambatan pendaftaran SNBP, Anna Simanjuntak tidak memberikan tanggapan dan justru memblokir kontak wartawan.

You cannot copy content of this page