Doloksanggul, LIVESUMUT.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, digelar di Aula Kantor Camat Doloksanggul pada Kamis, 27 Februari 2025.
Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan tahun 2026 dengan menentukan prioritas program dan arah kebijakan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Jaulim Simanullang, para pimpinan OPD terkait, anggota DPRD Humbahas Antonius Simamora, Bresman Sianturi, Nicodemus Munte, dan Andreas Yudhistira. Selain itu, hadir pula Plt Camat Doloksanggul Pommer Hutabarat, unsur TNI-Polri, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat.
Jaulim Simanullang dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran dengan memilih program yang benar-benar prioritas.
“Saat ini efisiensi anggaran, maka mari kita memilah, memilih yang super-super prioritas untuk program pembangunan ke depan. Program pembangunan sudah direkap setiap kecamatan bahkan ratusan usulan. Tapi karena keterbatasan dana, kita meruncingkan, apa yang super-super prioritas, mana paling utama demi kepentingan masyarakat luas, itu dulu kita usulkan,” ujar Jaulim Simanullang.
Sejalan dengan itu, anggota DPRD Humbahas Antonius Simamora juga menekankan perlunya mempertimbangkan skala prioritas dalam setiap program pembangunan, khususnya di tingkat desa.
Sementara itu, Plt Camat Doloksanggul Pommer Hutabarat menambahkan bahwa perencanaan pembangunan harus dilakukan dengan pendekatan teknokratik, partisipatif, dan politis.
Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi antara usulan dari tingkat desa hingga pusat agar pembangunan berjalan efektif dan berkesinambungan.
“Kita mengharapkan musyawarah ini akan menghasilkan usulan-usulan yang sangat prioritas. Kami menaruh harapan besar bagi para anggota dewan yang terhormat untuk memperjuangkan usulan pembangunan,” ujar Pommer Hutabarat.
Musrenbang Kecamatan Doloksanggul ini menjadi momentum strategis untuk menyusun program pembangunan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat, dengan menitikberatkan pada efisiensi anggaran dan skala prioritas.













