Scroll untuk baca artikel
Nasional

Rupiah Tertekan, Investor Asing Lepas Aset Rp10,33 Triliun

376
×

Rupiah Tertekan, Investor Asing Lepas Aset Rp10,33 Triliun

Sebarkan artikel ini

Jakarta, LIVESUMUT.com – Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada pekan keempat Februari 2025.

Dikutip pada Senin (3/3/2025), dalam press release No. 27/43/Dkom, Bank Indonesia (BI) mencatat, pada perdagangan Kamis (27/2), Rupiah ditutup pada level Rp16.445 per dolar AS.

Kemudian melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (28/2) ke Rp16.520 per dolar AS.

Selain pergerakan Rupiah, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun juga meningkat dari 6,88% pada 27 Februari menjadi 6,93% pada 28 Februari 2025.

Baca Juga :  Dr. Alpi: Kemandirian Polri Pilar Konstitusi yang Tak Boleh Diganggu Gugat

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 107,24, sedangkan yield US Treasury (UST) Note 10 tahun turun menjadi 4,260%.

Investor Asing Lepas Aset Domestik

Tekanan di pasar keuangan domestik terlihat dari meningkatnya premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun, yang naik dari 70,34 bps pada 21 Februari menjadi 75,13 bps pada 27 Februari 2025.

Selain itu, investor asing mencatatkan jual neto sebesar Rp10,33 triliun pada periode 24 – 27 Februari 2025.

Rinciannya:

  • Jual neto Rp7,31 triliun di pasar saham,
  • Jual neto Rp1,24 triliun di pasar SBN,
  • Jual neto Rp1,78 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Baca Juga :  Alfamart Tutup 400 Gerai, Apa Alasan di Baliknya?

Secara kumulatif sepanjang 2025 hingga 27 Februari, investor nonresiden mencatat jual neto Rp15,47 triliun di pasar saham.

Namun, mereka masih mencatat beli neto Rp12,86 triliun di pasar SBN dan Rp7,67 triliun di SRBI.

Upaya Bank Indonesia Menjaga Stabilitas

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

BI juga mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk merespons dinamika pasar keuangan global maupun domestik.

Dengan langkah-langkah yang ditempuh, diharapkan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

You cannot copy content of this page