Medan, LIVESUMUT.com – Di tengah gencarnya instruksi Kapolri untuk memberantas segala bentuk perjudian di seluruh wilayah NKRI, sebuah lokasi judi terbesar dan paling mewah di Medan justru beroperasi tanpa hambatan. (Keterangan Foto: Pintu masuk arena diduga lokasi perjudian yang dijaga ketat).
Lokasi yang terletak di Jalan Pasar 6 Veteran Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli Medan, kawasan tanah garapan, kini menjadi sorotan tajam publik.
Investigasi eksklusif yang dilakukan tim media pada Rabu (8/5/2025) menemukan bahwa lokasi tersebut bagaikan kasino kelas atas, lengkap dengan segala jenis perjudian, mulai dari dadu, mesin slot, tembak ikan, hingga permainan kartu dalam ruangan khusus.
Aktivitas berlangsung lancar, pengamanan super ketat, dan pengunjung terus berdatangan tanpa henti.
500 meter sebelum memasuki area perjudian, tim sudah disambut dengan penjagaan berlapis.
Pria-pria berbadan besar, berambut cepak, dan bersikap intimidatif langsung menyita ponsel awak media, menutup kamera dengan lakban, serta memaksa mereka untuk tidak mengambil gambar.
“Satu kali lagi kalian masuk, aku tandai wajah kalian satu-satu. Kalian tahu risikonya,” ujar salah satu penjaga dengan nada mengancam, sambil mendorong keluar tim media dan memotret mereka satu per satu.
Alih-alih bersembunyi, lokasi judi ini justru beroperasi terang-terangan dan semakin terorganisir.
Fasilitas komunikasi berupa HT (Handy Talkie) digunakan oleh para penjaga untuk mengontrol situasi.
Dari pantauan di lapangan, tampak ratusan kendaraan roda empat terparkir rapi di lahan luas, menandakan tingginya jumlah pengunjung yang hilir-mudik.
Padahal, Polda Sumatera Utara dan Kodam I/Bukit Barisan telah menyatakan komitmen penuh untuk memberantas praktik perjudian.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa instruksi tersebut seolah tak berlaku di lokasi ini.
“Kami tidak akan menolerir aktivitas perjudian yang meresahkan masyarakat,” bunyi pernyataan resmi pihak kepolisian sebelumnya. Tapi sayangnya, kenyataan berkata lain.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. dan Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Sumaryono saat dikonfirmasi melalui Whatsapp belum memberikan tanggapan resmi atas temuan lokasi perjudian raksasa di Pasar 6 Helvetia, Medan
Masyarakat kini berharap keberanian aparat dan transparansi penegakan hukum dapat ditegakkan tanpa tebang pilih.
Karena jika tidak, praktik ilegal seperti ini akan terus menjamur, dan hukum seakan hanya berlaku untuk yang kecil.













