Scroll untuk baca artikel
Daerah

Hari Lahir Pancasila ke-80 di Toba: Berikut Pidato BPIP yang Dibacakan Wabup

494
×

Hari Lahir Pancasila ke-80 di Toba: Berikut Pidato BPIP yang Dibacakan Wabup

Sebarkan artikel ini

Toba, LIVESUMUT.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-80, Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O Sitorus, memimpin langsung upacara peringatan tingkat Kabupaten Toba yang digelar di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (2/6/2025).

Pada kesempatan tersebut, ia membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sesuai dengan Surat Edaran BPIP Nomor 3 Tahun 2025.

Upacara ini merupakan momen reflektif untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa Indonesia.

Dalam pidato resmi dari Kepala BPIP yang dibacakan oleh Wakil Bupati Toba, ditekankan bahwa Pancasila bukan hanya dokumen sejarah, tetapi jiwa dan pedoman hidup bangsa Indonesia.

“Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Hari Lahir Pancasila. Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian penggalan pidato yang dibacakan Wakil Bupati.

Baca Juga :  Wabup Samosir Buka Bimtek SIPD-RI: Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah se-Sumut

Pancasila sebagai Rumah Besar Keberagaman

Pidato tersebut menegaskan bahwa Pancasila adalah “rumah besar” bagi lebih dari 270 juta rakyat Indonesia dari beragam latar belakang.

Keberagaman tersebut disebut sebagai kekuatan, bukan kelemahan.

“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu.” ujar Wabup membacakan pidato tersebut.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi penuntun utama dalam menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, serta ancaman ideologi yang bertentangan dengan semangat kebangsaan.

Revitalisasi Nilai Pancasila Lewat Asta Cita

Kepala BPIP dalam pidatonya juga menyinggung delapan agenda prioritas nasional atau Asta Cita, yang salah satunya adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Ia mengingatkan pentingnya arah ideologis dalam pembangunan bangsa agar tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan dan bermartabat.

“Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Berlaku 2026, Bapas Sibolga Temui Pemkab Toba Bahas KUHP Baru

Empat Sektor Strategis: Pendidikan, Pemerintahan, Ekonomi Digital

Pidato juga menekankan pentingnya mengimplementasikan Pancasila dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, birokrasi pemerintahan, hingga ekonomi dan ruang digital.

Generasi muda diharapkan tumbuh tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan karakter.

“Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral.”

Selain itu, pemerintah didorong untuk menciptakan kebijakan yang adil dan berpihak kepada rakyat, serta memastikan pembangunan ekonomi yang merata dan berpijak pada keadilan sosial.

Tak luput dari sorotan adalah tantangan dalam dunia digital.

Kepala BPIP mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam berinteraksi di media sosial, melawan hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi.

“Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong.”

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama, Awal Pembangunan Gereja Katolik Santa Maria Bunda Allah Aek Natolu 

Seruan Gotong Royong dan Pembumian Pancasila

BPIP menyatakan komitmennya dalam menghadirkan berbagai program strategis untuk membumikan Pancasila.

Namun, keberhasilan misi ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, dari pemerintah hingga masyarakat.

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa.”

Pidato ditutup dengan ajakan kuat untuk terus menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya dan bernegara.

“Dirgahayu Pancasila! Jayalah Indonesiaku!”

Upacara Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Toba tahun ini berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme.

Momentum ini diharapkan mampu memperkuat integritas serta memperdalam pemahaman masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

You cannot copy content of this page