Scroll untuk baca artikel
Daerah

Sulit Dihubungi, Program MBG Mandek, Kadisdik Pematangsiantar Disorot DPRD

868
×

Sulit Dihubungi, Program MBG Mandek, Kadisdik Pematangsiantar Disorot DPRD

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar, LIVESUMUT.com | Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2024 di kantor Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar, Kamis (17/7/2025), memanas setelah pernyataan tajam dilontarkan Wakil Ketua Komisi II, Aprial Ginting, atau yang akrab disapa Ical.

Dalam forum resmi tersebut, Ical menyebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pematangsiantar, Dani Lubis, layaknya “ular mati” karena dinilai sangat sulit dihubungi ketika anggota dewan ingin berdiskusi terkait isu-isu pendidikan.

“Kadisdik ini seperti ular mati, sulit sekali dihubungi ketika kita ingin diskusi soal kinerja pendidikan di kota ini,” ujarnya lantang.

Menariknya, beberapa wartawan lokal yang hadir di gedung DPRD juga mengakui bahwa Kadisdik Dani Lubis dikenal sulit dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait pemberitaan.

Baca Juga :  Bupati Tegaskan Akan Selalu Evaluasi Pejabat Saat Lantik Eselon II

“Susah memang menghubungi bapak itu,” ujar Awal Tobing, wartawan BNFNews.

Hal ini memperkuat kritik Ical soal kurangnya keterbukaan dan komunikasi dari pimpinan Dinas Pendidikan kepada publik.

Ical secara terbuka menyampaikan ketidakpuasan terhadap kinerja Dinas Pendidikan, terutama dalam hal pembinaan sumber daya manusia (SDM) di jajaran dinas.

Hal ini, menurutnya, terbukti ketika Kadisdik Dani Lubis tak mampu menjawab dengan tepat pertanyaan terkait jumlah siswa dan regulasi pendataan tahun ajaran 2024 dan 2025.

Dalam RDP itu, Dani sempat menyatakan bahwa jumlah siswa pendaftar sekolah negeri di 2025 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Polsek Siantar Timur Kawal Distribusi 1.044 Paket MBG di SMPN 1

Namun, setelah dicek langsung oleh Ketua Komisi II sekaligus pimpinan rapat, Hendra Pardede, data justru menunjukkan penurunan signifikan dari 3.776 siswa pada 2024 menjadi 3.227 siswa di 2025.

Pernyataan yang tidak akurat itu hanya membuat Ical tersenyum tipis, meski Kadisdik hadir beserta jajarannya di ruang rapat.

Selain soal data siswa, RDP juga mengungkap lemahnya pengawasan mobil patroli dalam menangani siswa bolos sekolah, serta buruknya pelaksanaan program Makan Gizi Gratis (MBG) yang digelontorkan anggaran hingga Rp5 miliar per tahun.

Baca Juga :  Bupati Humbahas Lantik 3 Pejabat Fungsional dan Serahkan SK 175 PPPK

Dari 38 titik program MBG, ironisnya, hanya satu yang aktif, sementara tiga lainnya masih dalam tahap proses.

Di akhir rapat, Ical menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi kinerja Kadisdik demi perbaikan sektor pendidikan di Kota Pematangsiantar.

“Kami akan terus memantau kinerja Kadisdik Kota Pematangsiantar, mengingat ketidakmampuan kepala dinas dalam menjalankan program-program yang seharusnya berjalan dengan baik demi kemajuan pendidikan di kota ini,” pungkasnya.

RDP ini menjadi pengingat pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang ketat dalam pengelolaan pendidikan, sektor vital bagi masa depan generasi muda Pematangsiantar.

You cannot copy content of this page