Jakarta, LIVESUMUT.com | Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana kepada mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah, dalam sebuah upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat, Senin (25/8).
Penganugerahan ini menjadi sorotan publik karena berlangsung bersamaan dengan pemberian tanda jasa dan kehormatan kepada 141 tokoh nasional lainnya dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat negara, menteri, hingga pengusaha.
Dalam prosesi yang sarat wibawa tersebut, Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan di dada Burhanuddin.
Alasan penghargaan itu disampaikan tegas oleh pembawa acara:
“Bintang Mahaputra Adipradana diberikan kepada Burhanuddin Abdullah. Beliau berjasa luar biasa dalam menjaga stabilitas moneter dan memperkuat sistem perbankan internasional,” ujar pembawa acara.
Burhanuddin Abdullah memang bukan nama asing dalam sejarah ekonomi Indonesia.
Sebagai Gubernur BI periode 2003-2008, ia dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas moneter di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.
Namun, penganugerahan ini tidak lepas dari kontroversi.
Rekam jejak Burhanuddin pernah tercoreng oleh kasus hukum.
Pada tahun 2008, ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena terbukti bersalah dalam penyalahgunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) dan dugaan aliran dana Rp100 miliar dari Bank Indonesia ke DPR.
Ia juga diwajibkan membayar denda Rp250 juta atau subsider enam bulan kurungan.
Meski demikian, pemerintah menilai jasa Burhanuddin dalam memperkuat fondasi moneter nasional “tidak bisa dihapus dari sejarah”.
Saat ini, ia dikenal sebagai salah satu Ketua Tim Pakar sekaligus inisiator Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, lembaga yang berperan dalam pengelolaan investasi strategis Indonesia.
“Beliau adalah seorang ekonom yang turut memimpin kebijakan strategis di tengah tantangan perekonomian global maupun domestik,” imbuh narasumber dalam upacara tersebut.
Upacara penganugerahan turut dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, menteri, hingga tokoh politik papan atas.
Selain Burhanuddin, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah nama besar seperti:
- Ketua DPR RI Puan Maharani,
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani,
- Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin,
- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Bintang Republik Utama).
Dari kalangan eksekutif, beberapa menteri juga menerima penghargaan, antara lain:
- Menko Pangan Zulkifli Hasan,
- Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar,
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia,
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf,
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi,
- Menteri Luar Negeri Sugiono,
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara dari dunia usaha, penghargaan disematkan kepada nama-nama besar seperti Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam (pemilik Jhonlin Group) dan Hashim Djojohadikusumo (pemilik Arsari Group).













