Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bobby Nasution Minta Plat BL Jadi BK, Begini Jawaban Santai Gubernur Aceh Mualem

765
×

Bobby Nasution Minta Plat BL Jadi BK, Begini Jawaban Santai Gubernur Aceh Mualem

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh, LIVESUMUT.com | Polemik soal penggunaan plat nomor kendaraan kembali mencuat setelah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta kendaraan berplat BL (Aceh) yang beroperasi di Sumut diganti menjadi plat BK.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, memberikan respons santai di beberapa video yang beredar di media sosial.

Ia menyebut pernyataan Bobby tak perlu ditanggapi berlebihan.

“Hana peu peduli tat, tanyoe tenang mantong, hana ta kira pih. Ta kira nyan angin berlalu, kicauan burung, yang merugikan dia sendiri,” ujar Mualem saat menyampaikan Pendapat Akhir Gubernur Aceh terhadap Rancangan Qanun Perubahan APBA 2025 di ruang Serbaguna DPRA, Senin (29/9/2025) sore.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Penyandang Disabilitas Diselidiki, Polres Pematangsiantar Libatkan Psikolog untuk Pemulihan Korban

(Dalam bahasa Indonesia: “Tidak perlu ditanggapi, kita tenang saja, tidak kita anggap pun. Kita anggap itu angin berlalu, kicauan burung, yang rugi dia sendiri.”)

Meski terkesan santai, Mualem menegaskan Aceh tetap waspada.

Ia mengibaratkan Aceh tidak akan memulai konflik, namun tidak akan tinggal diam jika diganggu.

“Tapi tanyoe ta wanti-wanti chit. Menyoe ka di peubloe, ta bloe. Menyeu ka gatai ta garoe,” lanjutnya.

(Dalam bahasa Indonesia: “Tapi harus kita wanti-wanti juga. Kalau sudah dijual, kita beli. Kalau gatal ya kita garuk.”)

Baca Juga :  DBH APBD Pemprov Sumut 2025, Humbahas Terima Rp 15 Miliar Lebih

Ungkapan tersebut sarat makna filosofis, Aceh menghargai hubungan baik, namun tetap akan membela diri jika haknya dilanggar.

Tak lama setelah pernyataan itu, beredar foto Mualem tengah membeli jajanan dari penjual yang menggunakan motor berplat BK.

Warganet menilai momen itu sebagai sindiran halus, warga Sumut bisa bebas mencari nafkah di Aceh, tanpa harus mengganti plat kendaraan.

Foto tersebut semakin mempertegas sikap Aceh yang tetap terbuka, selama tidak ada pihak yang mencoba mengganggu kedaulatan simbol maupun hak masyarakatnya.

You cannot copy content of this page