Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Daerah

Bupati Taput Fokus Pemulihan Lahan Terdampak Banjir Sarulla, Target Selesai Akhir 2025

454
×

Bupati Taput Fokus Pemulihan Lahan Terdampak Banjir Sarulla, Target Selesai Akhir 2025

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui Program Optimalisasi Lahan Pasca Bencana Banjir Sarulla.

Program ini menjadi langkah nyata Pemkab Taput memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat banjir besar di akhir 2024 lalu.

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👇!

Kegiatan yang digelar di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Senin (13/10), dihadiri langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, yang meninjau pemulihan lahan dan memberi arahan agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Pemerintah hadir bukan hanya untuk memulihkan lahan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bisa kembali produktif,” ujar Bupati.

Bupati Jonius menegaskan bahwa program ini merupakan prioritas utama Pemkab Taput yang sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional.

Ia juga mendorong para kepala desa dan lurah untuk bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi serta membentuk kelompok masyarakat terdampak guna mengelola lahan bersama.

“Tanam tanaman yang paling cocok seperti kacang tanah atau bawang merah, hasilnya dibagikan kepada masyarakat. Kayu-kayu besar yang terbawa banjir juga bisa dimanfaatkan menjadi produk seni atau arang,” tambahnya.

Pemerintah daerah mengalokasikan Rp150 juta dari P-APBD 2025 dan Rp76 juta dari donasi masyarakat untuk kegiatan yang sudah dimulai sejak 4 Oktober 2025.

Dukungan tambahan akan disiapkan pada tahun 2026, termasuk melalui CSR PT SOL.

“Pemerintah akan terus berupaya maksimal, termasuk melobi pemerintah provinsi dan pusat agar penanganan pasca bencana mendapat dukungan penuh,” tegas Bupati.

Program ini mencakup pemulihan 200,4 hektar lahan sawah di tujuh wilayah terdampak: enam desa dan satu kelurahan di sekitar Sarulla, yakni Parsaoran Nainggolan, Parsaoran Samosir, Nahornop Marsada, Setia, Suka Maju, Tordolok Nauli, dan Kelurahan Pasar Sarulla.

Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Ramah Saragih, menjelaskan, kegiatan meliputi pembersihan lahan dan penanaman palawija seperti kacang tanah dan bawang merah, yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk memulihkan lahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati.

Sebagai tindak lanjut, tim gabungan TNI/Polri dan perwakilan masyarakat akan dibentuk untuk meninjau kawasan hulu guna mencegah bencana serupa di masa depan.

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Ramli Gultom dan anggota DPRD Taput Jimmi Tambunan yang mengapresiasi langkah Pemkab Taput.

“Langkah pemerintah ini menunjukkan kepedulian nyata dan keberpihakan kepada rakyat. Kami siap mendukung agar Taput semakin tangguh menghadapi bencana,” ujar Ramli Gultom.

Advertisement
Advertisement
Baca Juga :  Taput Raih 99 Persen UHC, Terima Dana Bagi Hasil Rp10,9 Miliar
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page